Wajib Diketahui, ini Kebijakan Baru KRL Selama PPKM Darurat

Jakarta,Gpriority-Masih banyaknya karyawan non esensial yang bekerja selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diberlakukan membuat Pemerintah Pusat mengambil kebijakan baru bagi pengguna KRL.

” Mulai Senin (12/7/2021) para penumpang yang naik KRL wajib membawa surat tanda registrasi pekerja (STRP) atau surat tugas dari perusahaan. Hal ini dilakukan untuk mencegah pekerja non esensial masuk kantor,” tegas juru bicara Kemenhub, Adita Irawati, dalam konferensi virtual, Jumat (9/7/2021).

Lebih lanjut dikatakan Adita, kebijakan baru tersebut tertuang di dalam surat edaran Nomor 42 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) direvisi menjadi Surat Edaran Nomor 50 Tahun 2021.

“Surat edaran ini akan berlaku efektif pada 12 Juli 2021 sampai 20 Juli 2021 dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan atau perkembangan terakhir di lapangan. Jadi baru akan berlaku tanggal 12 ini untuk memberikan kesempatan seluruh operator melakukan persiapan dan tentunya sosialisasi kepada masyarakat khususnya kepada calon penumpang,” jelas Adita.

Surat Edaran 50 Tahun 2021 berisi penambahan ketentuan di poin 4 sebagai berikut:

4a) Perjalanan rutin kereta api komuter dan dalam wilayah atau kawasan aglomerasi, hanya berlaku bagi perjalanan untuk perkantoran sektor esensial dan sektor kritikal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

4b) Perjalanan rutin kereta api komuter dan dalam wilayah atau kawasan aglomerasi sebagaimana dimaksud pada angka 4a) wajib dilengkapi dengan persyaratan dokumen berupa:

a) Surat Tanda Registrasi Pekerja atau Surat Keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat: dan/atau:

b) Surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon 2 (untuk pemerintahan) dan berstempel/cap basah atau tanda tangan elektronik.

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Zulfikri yang turut mendampingi konferensi pers mengatakan bahwa para penumpang yang akan naik KRL pada 12 Juli 2021 akan diperiksa petugas sebelum masuk ke gate in Stasiun.

” Jika tidak membawa SRTP atau surat tugas dari perusahaan maka kami tidak akan mengizinkan mereka naik KRL. Begitu pula dengan penumpang yang non esensial dan kritikal, meski ada surat tugas kalau tidak termasuk di dalam sektor tersebut kami juga tidak akan mengizinkan mereka naik KRL,” tutup Zulfikri.(Hs.Foto.Istimewa)

 

Related posts