Jakarta, GPriority.co.id – Nanik S. Deyang resmi ditunjuk sebagai Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) yang baru, menggantikan Dadan Hindayana, pada Selasa (2/6) kemarin.
Laporan menyebut, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik sebagai pimpinan baru BGN usai melakukan evaluasi kinerja lembaga yang mengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.
Dilansir dari laman BGN, sebelum menunduki jabatan tertinggi di lembaga itu, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
Ia juga dikenal sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis yang memiliki peran strategis dalam pelaksanaan program prioritas pemerintah tersebut.
Kendati demikian, perjalanan karier Nanik tidak lepas dari berbagai kontroversi yang kembali mencuat seiring pengangkatannya sebagai Kepala BGN.
Salah satu kontroversi yang paling sering dikaitkan dengan Nanik adalah keterlibatannya dalam kasus hoaks Ratna Sarumpaet pada 2018.
Dalam berbagai laporan yang terdokumentasi, Nanik disebut sebagai salah satu pihak yang menyampaikan informasi terkait pengakuan Ratna kepada kubu Prabowo Subianto sebelum fakta sebenarnya terungkap ke publik.
Kontroversi lain muncul ketika Nanik semakin sering tampil mewakili BGN dalam berbagai kesempatan publik. Intensitas kemunculannya di media bahkan memunculkan persepsi adanya tumpang tindih kepemimpinan atau dualisme di tubuh BGN.
Sejumlah pengamat menilai peran Nanik terlihat lebih dominan dibandingkan Dadan Hindayana sebagai kepala lembaga saat itu. Meski demikian, baik Dadan maupun Nanik berulang kali membantah adanya dualisme kepemimpinan.
Selain itu, pernyataan Nanik terkait kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis juga sempat menuai perdebatan.
Dalam sebuah pernyataan yang beredar luas di media sosial, ia dituding menyebut ada pihak yang sengaja mencari kesalahan program MBG demi meraih perhatian publik. Pernyataan tersebut memicu respons beragam dari masyarakat dan pemerhati kebijakan publik.
Terlepas dari berbagai kontroversi tersebut, pemerintah menaruh harapan besar kepada Nanik untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah dalam menjalankan program gizi nasional.
Dengan pengalaman sebagai wakil kepala dan pengelola koordinasi MBG, Nanik kini menghadapi tantangan besar untuk memastikan program unggulan pemerintah berjalan efektif sekaligus menjawab berbagai kritik yang selama ini mengemuka.
