Kemenkes: Cakupan Imunisasi Anak di Indonesia Turun dalam 3 Tahun Terakhir

Wakil Wamenkes RI, Dante Saksono Harbuwono dalam acara NgoPI “Ngobrolin Pekan Imunisasi” di Kantor Kemenkes RI/Foto Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan capaian imunisasi lengkap pada anak dalam tiga tahun terakhir, yakni periode 2023 hingga 2025, mengalami penurunan signifikan.

Data Kemenkes menunjukkan, cakupan imunisasi bayi lengkap pada 2023 mencapai 95,3 ribu. Angka tersebut kemudian menurun menjadi 87,7 ribu pada 2024, dan kembali turun menjadi 80,2 ribu pada 2025.

Penurunan juga terjadi pada cakupan imunisasi baduta lengkap. Pada 2023 jumlahnya tercatat 86,6 ribu, kemudian pada 2024 menjadi 87,3 ribu, dan kembali menurun menjadi 77,2 ribu pada 2025.

Hal tersebut disampaikan Direktur Imunisasi Kemenkes RI, dr. Indri Yogyaswari, dalam acara NgoPI “Ngobrolin Pekan Imunisasi” di Kantor Kemenkes RI, Rabu (8/4).

“Kita lihat dari sisi cakupan, dari 2023, 2024 sampai 2025 kita turun. Turun disini dalam artian jumlah anak yang tadinya itu di imunisasi bayi lengkap dari umur 0 sampai 12 bulan turun nih di tahun 2025. Begitu juga yang baduta lengkap, yaitu di bawah umur 2 tahun,” kata dr Indri.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, mengatakan cakupan imunisasi di Indonesia pada 2025 baru mencapai sekitar 68 persen dari target nasional sebesar 80 persen.

“Di Indonesia cakupan imunisasi tahun 2025 masih sekitar 68 persen dari target 80 persen. Artinya, masih banyak anak-anak yang belum mendapat perlindungan dari penyakit menular yang menjadi hak mereka,” ucapnya.

Karena itu, Kementerian Kesehatan terus mendorong peningkatan cakupan melalui berbagai program imunisasi nasional.

Namun, Dante menyadari bahwa peningkatan angka imunisasi tidak dapat dicapai hanya melalui kampanye pemerintah. Menurutnya, kepercayaan publik sering kali dibentuk oleh orang-orang yang mereka dengar dan lihat sehari-hari. 

“Di sinilah peran teman-teman influencer dan penggiat media sosial menjadi sangat penting. Teman-teman punya kekuatan untuk mengubah ketidaktahuan menjadi keputusan yang menyelamatkan nyawa, dan pengaruh yang mampu menyentuh banyak orang,” pungkasnya.