Reaksi Trump Soal Istrinya Terlibat Skandal Epstein: Saya Tidak Tahu Apa-Apa

Presiden AS Donald Trump dan istrinya, Melania Trump/Foto : Dok. AFP Presiden AS Donald Trump dan istrinya, Melania Trump/Foto : Dok. AFP

Amerika Serikat, GPriority.co.id – Setelah nama istrinya diduga terlibat skandal Epstein, reaksi spontan Presiden AS Donald Trump kini menjadi sorotan publik.

Sebelumnya, istri Trump, Melania Trump, secara terbuka melalui konferensi pers yang berlangsung pada Kamis (9/4) lalu, membantah memiliki hubungan dengan mendiang pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.

Menanggapi hal tersebut, Trump pun mengaku tidak mengetahui rencana sang istri untuk menyampaikan pernyataan publik tersebut.

“Saya tidak tahu apa-apa tentang itu,” ujarnya merujuk pada pidato Melania yang secara tegas menolak segala tuduhan keterkaitan dengan skandal Epstein, dikutip dari laporan WIO News, Sabtu (11/4).

Sebagai informasi, sebelumnya Melania memberikan pernyataan mendadak di Gedung Putih. Dalam pidatonya, ia membantah keras tuduhan yang mengaitkannya dengan Epstein maupun rekannya, Ghislaine Maxwell.

Secara tegas Melania menyebut tuduhan itu sebagai kebohongan dan fitnah yang tidak berdasar.

“Kebohongan yang mengaitkan saya dengan Jeffrey Epstein yang memalukan harus dihentikan hari ini,” sebut Melania.

Dilansir dari laporan The Washington Post, Melania menambahkan bahwa pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan tersebut tidak memiliki standar etika dan berusaha merusak reputasinya.

Melania menegaskan, dirinya tidak memiliki hubungan pribadi dengan Epstein dan hanya pernah berada dalam lingkaran sosial yang sama pada awal tahun 2000-an.

Melania juga menolak klaim bahwa Epstein memperkenalkannya kepada suaminya. Ia menyatakan bahwa dirinya bertemu Trump secara independen pada 1998, jauh sebelum mengenal Epstein.

Dalam pidato tersebut, Melania turut menyerukan agar Kongres mengadakan sidang terbuka yang menghadirkan para korban Epstein. Ia menekankan pentingnya transparansi dan kesempatan bagi korban untuk bersuara.

“Setiap perempuan harus memiliki kesempatan untuk menceritakan kisahnya di depan publik jika mereka menginginkannya. Hanya dengan itu, kita akan mendapatkan kebenaran,” serunya.

Seruan ini kemudian dikonfirmasi oleh Ketua Komite Pengawas DPR AS, yang menyatakan bahwa sidang dengan korban Epstein memang direncanakan setelah proses deposisi selesai.