Dewan Minta Pertimbangkan Kembali agar Sabang Bisa Menjadi Pusat Pengolahan Gas Blok Andaman

Sabang, Gpriority.co.id – Wakil Ketua DPR Kota (DPRK) Sabang, Albina Arrahman, kembali menyuarakan pentingnya menjadikan Sabang sebagai lokasi pengolahan gas dari Blok Andaman. Menurutnya, daerah paling barat Indonesia itu memiliki berbagai keunggulan yang layak menjadi pertimbangan pemerintah dan investor.

Albina mengatakan, kedekatan Sabang dengan lokasi pengeboran gas di perairan Andaman menjadi salah satu alasan utama mengapa fasilitas pengolahan seharusnya dibangun di wilayah tersebut. Selain itu, Sabang juga memiliki lahan yang masih tersedia luas, didukung pelabuhan yang representatif serta peluang pengembangan kawasan industri yang menjanjikan.

“Sabang sejak awal kami usulkan sebagai lokasi pengolahan gas Blok Andaman. Dari sisi geografis lebih dekat, lahan tersedia, dan fasilitas pelabuhan juga mendukung untuk kebutuhan industri besar,” kata Albina, Senin (8/6).

Ia mengaku khawatir apabila gas dari Blok Andaman nantinya langsung disalurkan melalui jaringan pipa yang terhubung ke luar Aceh. Kondisi itu dikhawatirkan membuat Aceh hanya menjadi wilayah penghasil tanpa memperoleh manfaat ekonomi yang optimal.

Menurut Albina, pembangunan fasilitas pengolahan di Sabang akan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi daerah. Selain membuka lapangan kerja baru, keberadaan industri pengolahan gas juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan investasi dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Albina menilai opsi pemanfaatan fasilitas yang telah ada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun memang memiliki kelebihan. Namun, kata dia, potensi Sabang juga tidak boleh diabaikan karena memiliki kapasitas untuk berkembang sebagai pusat industri energi baru di Aceh.

Ia bahkan mengungkapkan bahwa pada tahap awal pengembangan proyek, pihak Mubadala Energy sempat menunjukkan minat terhadap Sabang karena didukung infrastruktur pelabuhan dan ketersediaan lahan yang memadai.

“Sabang memiliki banyak keunggulan yang dapat mendukung investasi jangka panjang. Karena itu, kami berharap opsi ini kembali dipertimbangkan secara serius,” ujarnya.

Albina berharap seluruh pihak dapat melihat persoalan tersebut dalam kerangka pembangunan Aceh ke depan. Menurutnya, keputusan terkait lokasi pengolahan gas harus mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Yang terpenting adalah bagaimana proyek ini mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Aceh, bukan hanya keuntungan jangka pendek bagi pihak tertentu,” pungkasnya.

Foto : Zulfitra