Janji 3 Cagub Jakarta untuk Pemberdayaan SDM di Tingkat Kelurahan

Jakarta, GPriority.co.id – Selain masalah kemacetan, pada debat perdana Pilgub Jakarta 2024, 3 cagub Jakarta juga mengemukakan visi-misinya untuk pemberdayaan SDM di tingkat kelurahan.

Pemberdayaan SDM di tingkat kelurahan ini juga menjadi sesuatu yang penting, karena dapat membantu negara mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya, hal tersebut juga menjadi salah satu topik pada debat perdana Pilgub Jakarta 2024.

Berikut ini janji 3 cagub Jakarta pada debat perdana Pilgub Jakarta 2024, terkait dengan pemberdayaan SDM di tingkat kelurahan, pada Minggu (6/10) kemarin.

1. Ridwan Kamil janji beri Rp200 juta/tahun untuk setiap RW

Menurut Ridwan, urusan Jakarta tidak mungkin desentralisasi dari balai kota. Ia mengusung konsep DKI, yang merupakan singkatan dari Desentralisasi, Kolaborasi, dan Inovasi.

“Kelurahan itu adalah ujung ASN. Dibawah kelurahan ada RW. Itulah kenapa kita akan demokratisasi warga-warga Jakarta yang pintar untuk mendesain sendiri versi globalnya mereka, dengan cara diberi anggaran Rp200 juta per tahun per RW, total Rp1 miliar selama 5 tahun, insentif RT/RW, dasawisma, PKK, juga Posyandu semua dinaikkan,” ujar Ridwan.

2. Dharma Pongrekun janji utamakan KTP Jakarta untuk mendapat pekerjaan

Menurutnya Dharma Pongrekun, manusia berhubungan juga dengan jiwa. Sehingga ia mengedepankan adab yang harus dibenahi terlebih dulu, supaya adanya kemauan untuk bekerja.

“Sehingga kemauan untuk bekerja itu menjadi tinggi. Menjadi tanggung jawab untuk keluarga. Dan persoalan yang harus kita identifikasi adalah kita harus tahu. Ada masalah apa yang terpenting. Misalnya ada masalah persaingan di dalam pekerjaan. Dimana, Gubernur Jakarta sebagai ayah dari warga Jakarta itu harus mendahulukan (pekerjaan) bagi yang ber KTP Jakarta,” ujarnya.

Dharma memaparkan, saat ini banyak warga dari luar daerah yang masuk ke Jakarta dan membuat warga Jakarta tidak punya kesempatan untuk mendapat pekerjaan. Hal ini menurutnya akibat masih kurang dipercayanya warga Jakarta.

Dharma menjanjikan, lewat program jaminan BABE, dirinya akan mengatasi permasalahan tersebut.

3. Pramono Anung janjikan ada Job Fair di setiap kelurahan di Jakarta

Anung menyampaikan, saat ini Jakarta berada di urutan ke 74 dari 156 kota global. Bahkan Jakarta hanya unggul 2 poin dari Manila dan 4 poin dari Bangkok. Menurutnya yang paling utama dari kota global adalah aktivitas bisnis atau perekonomian.

“Sebagai kota global, yang utama adalah aktivitas bisnis atau perekonomian. Yang kedua, sumber daya manusia. Yang ketiga dukungan politik. Yang keempat adalah keterbukaan informasi, dan yang tidak kalah penting adalah kesiapan kita untuk menjadi kota global,” ungkap Anung.

Untuk itu, menurut Anung, sumber daya manusia menjadi sangat penting dalam penilaian indeks kota global.

“Kelurahan kita ada 267. Apa yang harus dilakukan? yang namanya kartu Jakarta pintar, kartu Jakarta sehat, dan juga untuk para mahasiswa KJMU, betul-betul negara harus hadir untuk itu. Maka pemerintah berkewajiban untuk menyiapkan job fair selama 3 bulan sekali di kantor kecamatan bahkan kalau perlu di kantor kelurahan,” kata Anung.

Anung berjanji, ketika ia diberi amanah memimpin Jakarta, maka ia bercita-cita menaikkan indeks kota global Jakarta ke peringkat 50 besar.

Foto : ANTARA