Jakarta, GPriority.co.id – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, berlangsung aman, tertib, dan damai pada Rabu (6/8). PSU ini digelar menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan pemungutan suara ulang akibat pelanggaran administratif pada pilkada sebelumnya.
Dilansir infopublik, pelaksanaan PSU mendapat pengawasan ketat dari berbagai pihak, termasuk Plt. Bupati Boven Digoel Lexi Romel Wagiu, perwakilan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Deputi II Kemenko Polhukam, serta jajaran Forkopimda. Hadir pula Kapolda Papua Selatan, Kapolres Boven Digoel, dan Dandim setempat untuk memastikan jalannya proses demokrasi yang berintegritas.
Sejak pagi, warga tampak antusias mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di seluruh wilayah. PSU kali ini mencakup 20 distrik dan 112 kampung di Kabupaten Boven Digoel. Aparat gabungan TNI-Polri disiagakan untuk mengawal ketat seluruh tahapan pemungutan suara.
Usai mencoblos di TPS 11 Kampung Sokanggo, Plt. Bupati Lexi menyampaikan apresiasinya atas partisipasi aktif masyarakat dan kondusivitas wilayah selama pelaksanaan PSU.
“Proses berjalan lancar sesuai harapan. Kami berhasil mengendalikan potensi gangguan keamanan,” ujar Lexi.
Ia juga menilai pelaksanaan PSU mencerminkan kedewasaan demokrasi masyarakat di Boven Digoel. “Warga telah menunjukkan komitmen memilih secara jujur dan adil,” tambahnya.
Staf Khusus Menkopolhukam Bidang Siber dan Data, Teddy Mantoro, turut hadir memantau pelaksanaan di lapangan. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan telah dipersiapkan dengan matang, termasuk pendistribusian logistik pemilu.
“Kami berharap proses ini tetap kondusif hingga penetapan hasil. Pemimpin terpilih nantinya diharapkan mampu membawa kemajuan dan merangkul seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Hasil PSU akan ditetapkan secara berjenjang melalui proses rekapitulasi dan verifikasi oleh KPU. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem pemilu, khususnya di wilayah strategis seperti Boven Digoel.
Dengan berakhirnya PSU secara damai, harapan masyarakat kini tertuju pada lahirnya pemimpin daerah yang visioner, inklusif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan Papua Selatan.
