Sepotong Pizza untuk Il Dio

Jakarta, GPriority.co.id – Pada suatu malam yang sepi di Napoli, di sebuah pizzeria kecil yang terletak di jalan-jalan sempit kota Napolis, ada suasana yang berbeda. Tidak ada keramaian seperti biasa dari pelanggan yang datang dan pergi, hanya beberapa pengunjung setia yang duduk dengan tenang, dan berbicara dalam bisikan, mengenang masa-masa indah bersama sang legenda.

Di meja terdepan, seorang pemuda dengan tatapan penuh penghormatan memesan sepiring pizza Margherita, pizza klasik yang menjadi lambang dari Napoli, tetapi malam itu, pizza ini bukan hanya sekadar makanan.

“Sepotong pizza untuk Il Dio,” kata pemuda itu, menyebut nama yang tidak pernah dilupakan dan diselinggi tepuk tangan pelanggan lain.

Cerita ini menggambarkan, bagaimana seorang, Diego Armando Maradono begitu dihormati

Awal Karir Diego Maradona di Napoli

Pada tahun 1984, Napoli menyambut kedatangan seorang pemain yang akan mengubah wajah sepak bola Italia selamanya. Diego Armando Maradona, yang saat itu sudah dikenal sebagai salah satu talenta terbesar dalam sejarah sepak bola dunia, memulai perjalanan baru di kota yang penuh gairah, sejarah, dan tantangan. Keputusannya untuk bergabung dengan S.S.C. Napoli, sebuah klub yang pada waktu itu belum mencapai puncak kejayaannya, menjadi langkah monumental yang akan mengubah segalanya.

Sebelum tiba di Napoli, Maradona sudah memiliki karir yang luar biasa di Argentina dan Eropa. Setelah memulai karir profesionalnya di Argentinos Juniors dan kemudian bermain untuk Boca Juniors, Maradona beralih ke Eropa pada tahun 1982 untuk bergabung dengan Barcelona di Spanyol. Meskipun tampil gemilang, masa kontrak Maradona di Barcelona tidak berlangsung lama, karena hubungan yang buruk dengan manajer dan cedera yang mengganggu membuatnya pindah ke Italia.

Pada tahun yang sama, Maradona akhirnya dibeli oleh Napoli dengan nilai transfer yang memecahkan rekor dunia pada saat itu—sekitar 6 juta dolar AS.

Ini adalah langkah besar bagi Napoli, yang sebelumnya tidak dikenal sebagai salah satu klub elit di Italia. Presiden Napoli saat itu, Corrado Ferlaino, melihat potensi besar dalam membawa pemain terbaik dunia ke kota ini dan mengubah nasib klub.

Kedatangan Diego Maradona di Napoli pada tahun 1984 menarik perhatian media dari seluruh dunia, terutama karena nilai transfer yang memecahkan rekor dan status Maradona sebagai salah satu pemain terbaik dunia saat itu.

Banyak surat kabar Italia dan internasional yang melaporkan peristiwa bersejarah ini, memberikan sorotan besar terhadap transfer tersebut.

Gazzetta dello Sport adalah salah satu surat kabar olahraga terbesar di Italia, dan mereka memberikan liputan yang sangat luas tentang kedatangan Maradona di Napoli. Mereka melaporkan tidak hanya tentang transfer itu sendiri, tetapi juga ekspektasi besar yang menyertai kedatangan Maradona, serta reaksi tifosi Napoli dan dunia sepak bola terhadap pemain Argentina itu.

Sedangkan El País, salah satu surat kabar terbesar di Spanyol, juga melaporkan kedatangan Maradona di Napoli dengan sangat detail. Mengingat Maradona sebelumnya bermain untuk Barcelona, media Spanyol sangat tertarik dengan keputusan Maradona untuk pindah ke Italia. Mereka menyoroti pergeseran besar dalam karir Maradona, dari Spanyol ke Italia, dan dampak potensialnya terhadap sepak bola Eropa

The Times, surat kabar terkemuka Inggris juga melaporkan kedatangan Maradona di Napoli dengan sorotan internasional. The Times adalah salah satu Media Inggris, yang sangat mengikuti sepak bola Eropa, melaporkan transfer tersebut sebagai salah satu langkah besar dalam karir Maradona, serta pengaruhnya terhadap sepak bola Italia dan Eropa secara umum. Bahkan The New York Times juga melaporkan kedatangan Maradona ke Napoli, meskipun dengan fokus pada perspektif internasional. Maradona, yang saat itu sudah dikenal sebagai bintang global setelah penampilannya di Piala Dunia 1982 dan kehebatannya di Barcelona. Surat kabar ini melihatnya sebagai langkah besar dalam sepak bola global, dengan Napoli sebagai tujuan yag tak terduka atas keputusan Maradona.

Kedatangan Maradona di Napoli

Kedatangan Maradona di Napoli disambut dengan sambutan yang luar biasa dari para tifosi (pendukung Napoli). Kota ini sangat antusias, meskipun sebelumnya Maradona bukanlah pilihan pertama mereka. Banyak orang yang meragukan apakah pemain kecil dengan tubuh yang tidak terlalu besar itu bisa menghadapi kerasnya sepak bola Italia, terutama Serie A yang terkenal dengan gaya permainan yang penuh kontak fisik.

Namun, Maradona segera menunjukkan kemampuannya yang luar biasa. Meski awalnya, ia mengalami beberapa kesulitan beradaptasi dengan gaya bermain di Italia, dimana pertahanan sangat ketat dan taktik sangat terorganisir, ia segera menjadi pemain yang dominan. Kepercayaan diri dan kemampuannya menguasai bola membuatnya berbeda dari pemain lainnya.

Momen Kejayaan Pertama: Musim 1984-1985

Pada musim pertamanya, Maradona langsung mengubah dinamika permainan Napoli, neskipun tidak langsung membawa tim meraih gelar juara, ia berhasil membawa Napoli tampil lebih kompetitif di Serie A, menyelesaikan musim di posisi kedua. Dengan gol-gol dan assist yang gemilang, Maradona menunjukkan bahwa ia adalah pemain yang lebih dari sekadar bintang. Ia membawa semangat baru bagi klub dan para tifosi yang mulai bermimpi tentang kejayaan yang lebih besar.

Pada tahun pertama ini, Maradona juga mulai mendapatkan popularitas yang luar biasa di kota ini. Napoli yang sebelumnya sering dianggap sebagai “tim kelas dua” di Italia, kini menjadi pusat perhatian dengan kehadiran Maradona. Keahliannya dalam menggiring bola, visi permainan yang tajam, dan ketenangannya di depan gawang mulai mencuri hati penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Gelar Serie A Pertama (1987)

Musim 1986-1987 adalah musim yang benar-benar mengubah segalanya. Maradona tidak hanya membawa Napoli meraih Serie A pertama mereka dalam sejarah, tetapi ia juga mengubah kota Napoli menjadi pusat kegembiraan dan kebanggaan. Sepanjang musim itu, Maradona bermain luar biasa, mencetak gol-gol krusial, memberikan assist spektakuler, dan menjadi otak di balik setiap serangan Napoli. Napoli, yang sebelumnya tak pernah dianggap sebagai favorit, tampil dominan di Serie A berkat sentuhan magis Maradona.

Pada tahun yang sama, Maradona juga membantu Napoli meraih Coppa Italia pertama mereka, sebuah prestasi yang semakin mengukuhkan statusnya sebagai pahlawan sejati di kota ini. Penampilannya yang memukau selama musim tersebut membuatnya meraih gelar Pemain Terbaik Dunia dari FIFA pada 1986, setelah keberhasilannya mengantarkan Argentina meraih gelar Piala Dunia di Meksiko, sebuah pencapaian yang semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu pemain terbaik dunia.

Simbol Napoli dan Ikon Kota

Kemenangan pertama Napoli di Serie A dan Coppa Italia, yang semuanya berkat tangan Maradona, mengubah kota ini untuk selamanya. Kota Napoli yang dulu dikenal dengan kesulitan sosial dan ekonomi, kini merasa memiliki sesuatu yang sangat berharga. Maradona menjadi lebih dari sekadar pemain sepak bola. Ia adalah simbol perjuangan dan kebanggaan bagi orang-orang Napoli, yang merasa telah menemukan pahlawan mereka.

Para tifosi Napoli, yang telah lama merindukan kejayaan, mulai melihat Maradona sebagai “Il Dio”—Sang Dewa. Ketenaran Maradona tidak hanya mencakup Italia, tetapi juga dunia. Ia membawa Napoli ke panggung internasional dan menjadikan mereka klub yang dihormati di seluruh Eropa.

Hingga hari ini, nama Maradona tetap hidup dalam setiap sudut kota ini, di stadion yang kini dikenang dengan namanya, dan dalam hati setiap tifosi Napoli.(*)

Foto : Istimewa