Jakarta, GPriority.co.id – Asap hitam mengepul dari cerobong asap Kapel Sistina hari Rabu (7/5) kemarin, pada putaran pertama pemungutan suara paus baru (konklaf) oleh Dewan Kardinal.
Ke-133 kardinal yang memiliki hak suara telah tinggal di dalam kapel bersejarah itu sejak Rabu malam, dan menjadi kandidat pengganti Paus Fransiskus, yang meninggal pada 21 April lalu karena stroke dan gagal jantung.
Jika tidak ada kardinal yang memperoleh dua pertiga suara, surat suara dibakar dengan bahan kimia tambahan yang menghasilkan asap hitam, yang memberi sinyal kepada dunia luar bahwa paus berikutnya belum terpilih. Namun ketika pemilihan paus baru berhasil, surat suara akan dibakar dengan bahan kimia lain yang mengubah asap menjadi putih.
Usai asap putih mengepul melalui cerobong asap, sosok paus yang baru terpilih akan mengenakan jubah kepausan putih tradisional untuk pertama kalinya, sebelum melakukan debutnya dari balkon Basilika Santo Petrus.
Sidang konklaf kepausan biasanya berlangsung melalui beberapa putaran pemungutan suara, sebelum muncul satu calon terdepan. Akan tetapi, dalam sejarah terkini, proses pemungutan suara berakhir cukup cepat.
Sepuluh konklaf terakhir hanya memakan waktu rata-rata 3,2 hari, dan mendiang Paus Fransiskus terpilih hanya setelah dua hari pada 2013.
5 Calon Kandidat Kardinal Terkuat Pengganti Paus Fransiskus
Ada 5 daftar calon yang diduga menjadi kandidat pengganti Paus Fransiskus, diantaranya :
1. Luis Antonio Tagle (Filipina) – Sosok progresif, dekat dengan Paus Fransiskus, dikenal dengan semangat inklusivitas dan evangelisasi.
2. Pietro Parolin (Italia) – Sekretaris Negara Vatikan, moderat, berperan penting dalam diplomasi internasional.
3. Peter Turkson (Ghana) – Fokus pada keadilan sosial dan perubahan iklim, berpeluang menjadi Paus Afrika pertama dalam 1.500 tahun.
4. Peter Erdő (Hungaria) – Kandidat konservatif, pakar hukum kanon, dianggap penerus garis teologis tradisional.
5. Angelo Scola (Italia) – Mantan Uskup Agung Milan, berpandangan tradisional, meski usianya sudah 82 tahun.
Editor: Novita Intan
Foto : Dok. NY Post
