Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan bahwa Satgas Tri Banyu Arutala kini menjadi elemen strategis dalam percepatan transformasi sektor air minum dan sanitasi di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan berkelanjutan dalam kerangka Astacita pemerintahan.
“Ke depan, harapannya seluruh program pembangunan dan pengelolaan sumber daya air di Indonesia bisa berjalan secara lebih harmonis, efektif, dan berkesinambungan,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (26/7).
Pembentukan Satgas Tri Banyu Arutala merupakan manifestasi konkret komitmen Kementerian PU dalam mengemban visi besar Astacita. Satgas ini berperan sebagai ujung tombak transformasi penyediaan layanan air minum dan sanitasi yang bermutu, berkelanjutan, dan inklusif.
Satgas juga ditugaskan memastikan implementasi Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025, yang mengamanatkan pembentukan badan nasional sebagai regulator tunggal di sektor air minum dan sanitasi. Kehadiran badan ini diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi tantangan regulasi yang selama ini masih bersifat sektoral dan belum terintegrasi.
Badan regulasi nasional nantinya akan memegang kendali dalam menjaga konsistensi tarif, mutu layanan, serta pengawasan yang lebih transparan dan adil di seluruh wilayah Indonesia.
Satgas Tri Banyu Arutala juga bertindak sebagai katalisator dan fasilitator yang memadukan berbagai kepentingan lintas sektor. Pendekatan kolaboratif yang diusung mendorong sinergi kuat antara regulator nasional, holding BUMN sektor air, BUMD, serta pemangku kepentingan lainnya.
Pendekatan ini memperkuat kapasitas pengawasan dan penegakan regulasi secara menyeluruh, agar penyelenggaraan layanan air minum dan sanitasi tidak hanya memenuhi standar teknis dan kualitas, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan publik.
Melalui pondasi kebijakan dan kolaborasi yang kuat, Kementerian PU optimistis target akses universal air minum dan sanitasi pada tahun 2029 dapat tercapai.
