Adat Jadi Penyebab Nikah Tertunda Meski Lahir Batin Siap


Pernikahan merupakan momen yang ditunggu-tunggu dan menjadi sesuatu yang sakral, sebab sebuah pernikah dalam agama apapun mengikrarkan janji atas nama Tuhan.

Banyak aturan adat atau tradisi di beberapa daerah di Indonesia yang harus dipatuhi, seperti tidak boleh menikahi keluarga dekat, dianjurkan memilih hari-hari baik, dan ada juga larangan melangkahi kakak kandung untuk menikah.

Larangan melangkahi kakak seperti ada dalam adat Bali dan juga kepercayaan masyarakat Jawa khususnya tradisi Sunda. Menikah atau kawin mendahului kakak yang lebih tua dipercaya dapat membawa sial bagi mereka, baik yang dilangkahi maupun yang melangkahi.

Larang tersebut dibeberapa daerah diatur dengan seorang adik laki-laki tidak bolehkan melangkahi kakak laki-laki. Tetapi jika seorang adik perempuan melangkahi kakak laki-laki masih diberi kelonggaran, dengan syarat membayar pelangkah seperti dalam tradisi Sunda.

Dan seorang adik perempuan melangkahi kakak perempuan juga tidak diperkenankan. Namun jika seorang adik laki-laki yang melangkahi kakak perempuan masih diberi kelonggaran.

Tradisi larangan menikah mendahuli atau melangkahi kakak kandung sebenarnya masih pro dan kontra. Sebab ada beberapa kasus, seseorang yang sudah ada pasangan dan siap lahir batin, namun ada kakak yang belum menikah terpaksa untuk menunda pernikahan karena tuntutan tradisi.

Seperti yang dialami Yanti, seorang gadis yang harus menunda pernikahan hingga 9 tahun lamanya karena memiliki satu kakak perempuan, dan dari pihak laki-lakinya memiliki 2 orang kakak yang belum menikah.

Karena setelah ditunggu tak kunjung menikah, akhirnya sang kaka rela dilangkahi menikah oleh Yanti dengan syarat harus memberikan barang permintaan kakaknya yang tidak memberatkan Yanti yang ingin menikah.

Meskipun di beberapa daerah tradisi tersebut masih kental dan masih dipertahankan, namun seiring perkembangan zaman dan pengaruh globalisasi tradisi tersebut perlahan mulai sirna. Penyebab utama, biasanya karena sang adik menikah karena kecelakaan “Marired by accident”. Selain itu karena sang kakak sulit mendapatkan jodoh.

Lalu, bagaimana hukumnya menurut agama Islam? Berdasarkan sabda Rasulullah: “Apabila seorang melamar kepada kalian yang kalian ridoi agama dan akhlaknya maka nikahkanlah dia, jika kalian tidak melakukannya maka akan terjadi fitnah dan kerusakan di bumi,” (HR. At-Tirmidzi (1084)).

Berdasarkan hadis di atas maka wajib bagi para wali wanita untuk menikahkannya jika telah ada yang melamar seorang yang sekufu (sederajat) lagi baik agama dan akhlaknya. (Dw.foto.dok.Ist)

Related posts