Ancaman Terorisme Meningkat, BNPT Minta DPR Naikkan Anggaran

Jakarta, GPriority.co.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mohammed Rycko Amelza Dahniel meminta penambahan anggaran penanganan terorisme kepada DPR. Menurutnya, hal ini untuk menekan peningkatan penyebaran paham terorisme asing di Indonesia.

Hal itu disampaikan Rycko dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi III DPR membahas kinerja dan program pencegahan dan penanganan terorisme di Ruang Rapat Komisi III DPR, Jakarta,  Kamis (27/6).

“Peningkatan ancaman kejahatan radikal terorisme berbanding terbalik dengan anggaran BNPT yang mengalami penurunan setiap tahunnya. Di mana pada tahun 2023 hanya sebesar Rp430 miliar,” kata Rycko dikutip RRI.

Rycko mengungkapkan, anggaran yang diterima BNPT terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Menurut dia, dukungan anggaran BNPT akan berdampak pada upaya pencegahan terorisme sejak dini bagi generasi muda.

“Penyebaran faham terorisme dari luar negeri semakin gencar. Di dalam negeri sel-sel JAD, JI, dan NII yang berkiblat kepada ISIS maupun Al-Qaeda terus bergerak dan berkonsolidasi melalui perekrutan dan propaganda,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rycko memastikan, BNPT terus meningkatkan kinerjanya, di mana dalam setahun terakhir tidak ada aktivitas terorisme di Indonesia. Selain itu, Global Terorisme Indeks (GTI) Indonesia di dunia juga naik dari peringkat 24 ke 31 pada tahun 2024.

Foto: RRI/ Rizki Supermana