Andalkan Sektor Tambang, Pemkab Haltim Berharap Retribusi Tambang 2021 Meningkat

Sektor pertambangan di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara saat ini merupakan sektor yang berkontribusi besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Haltim tahun 2021.

Maka dari itu Kepala Sub Bagian Ekonomi dan Pertambangan Pemkab Halmahera Timur, Abdurahman Baidin berharap di tahun ini PAD Kabupaten Haltim yang bersumber dari retribusi sektor pertambangan meningkat dari tahun sebelumnya.

Yang mana pada sebelumnya Abdurahman mengungkapkan, PAD sektor tambang tahun 2020 dari PT. Aneka Tambang (Antam) dan PT. Ara memberikan retribusi ke kas daerah sebesar Rp 25 miliar. Angka tersebut lebih kecil dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar Rp 30 miliar.

Ia mengatakan hal tersebut disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang menyerang Indonesia pada satu tahun terakhir.

“Covid-19 ini memang sangat berpengaruh terhadap pendapatan daerah. Karena pengapalan hanya sedikit, sebab retribusi dari sektor tambang ini dihitung dari pengapalan. Artinya semakin banyak pengapalan maka semakin besar pula retribusi,” tutur Abdurahman beberapa waktu yang lalu.

Pada Januari tahun ini, Abdurahman menyebutkan baru PT. Antam yang melakukan pembayaran sebesar Rp 2 miliar. Sedangkan PT. Ara yang beroperasi di Kecamatan Wasile, belum melakukan penyetoran.

Meskipun begitu, Ia mengaku kedua perusahaan tersebut hingga saat ini belum pernah menunggak pembayaran retribusi kepada Pemda Haltim. Adapun yang melakukan penunggakan itu adalah PT Aditya sebesar Rp 600 juta, namun saat ini perusahaan tersebut sudah tidak beroperasi lagi.

Diketahui, selain PT Antam dan PT Ara, pada tahun 2021 ini ada beberapa perusahaan tambang yang mulai masuk beroperasi di Halmahera Timur.

“Ya saat ini ada beberapa perusahaan sudah mulai masuk, kita berharap hal ini akan berefek pada pendapatan kita untuk tahun ini dan tahun mendatang,” tutupnya.(Dwi)

Related posts