Anies: SPP dan Iuran Jangan Menjadi Beban Ekstra


Banyak orang tua murid mulai resah terkait keharusan membayar SPP atau iuran bulanan, meski tak bisa belajar di sekolah.

Orang tua murid berpendapat, padahal dengan tidak masuknya anak-anak ke sekolah berarti menjadikan beban rutin harian sekolah berkurang. Contoh tagihan listrik, Pam, kebersihan dan biaya-biaya kegiatan rutin sekolah lainnya yang tidak dilakukan selama pandemi dari Maret 2020 hingga masa berlaku Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Sekolah seharusnya mengembalikan atau mengurangi SPP atas dasar biaya-biaya rutin yang tidak terpakai. Jangan sampai biaya-biaya yang tidak terpakai masih dibebankan kepada orang tua murid.

Beberapa orang tua murid bahkan menekankan jika ada sekolah yang masih ngotot tidak mau memahami dan meringankan beban di masa sulit saat ini harus ada tindakan tegas dari Dinas Pendidikan.

Menanggapi keresahan orang tua murid itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pertemuan virtual dengan orang tua murid, Senin (8/6/2020), mengatakan bahwa SPP atau iuran bulanan jangan menjadi beban ekstra baik bagi sekolah maupun bagi orang tua murid di masa pandemi ini.

Anies meminta jajarannya untuk memantau persoalan SPP tersebut guna dicari jalan terbaiknya. ”Di masa pandemi ini banyak sekali orang tua yang mengeluh mengenai keuangan yang semakin sulit sementara itu sekolah-sekolah terutama swasta membutuhkan SPP untuk biaya operasional mereka. Menghadapi persoalan ini harus dicari solusi yang tepat sehingga beban SPP di masa sulit ini bisa teratasi,” ungkap Anies.

Kata Anies, wabah virus corona membuat sebagian besar warga Jakarta merasakan dampaknya secara ekonomi. Hal itu membuat semua orang harus berupaya lebih keras untuk mengelola perekonomiannya agar tetap mencukupi.

“Sekolah juga perlu untuk terus mengelola sumber keuangannya, untuk terus membayarkan gaji para pegawai dan guru. Sementara para orang tua juga mengalami kesulitan keuangan dan perlu mengatur ulang tata pengeluarannya,” ujar Anies.

Anies pun berharap semua kalangan dapat saling memahami dan saling meringankan beban di masa sulit saat ini.(Hs)

Related posts