Atasi Pandemi Covid-19,Pemkot Tangsel Lakukan langkah-langkah strategis

TANGSEL,Gpriority- Sampai dengan saat ini, penularan Covid-19 masih terus terjadi. Untuk mengatasi hal itu, Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) pun mengeluarkan berbagai kebijakan dan aturan baru bagi masyarakat serta dunia usaha di Tangsel.

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diani mengatakan, untuk wilayah Kota Tangerang Selatan sendiri, dalam rangka penanganan covid-19, Pemerintah Kota mengambil beberapa langkah strategis. Salah satunya adalah menyiapkan Rumah Sakit Pakulonan. Rencananya RS akan digunakan khusus untuk merawat pasien covid-19. Untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), telah dilakukan penambahan bed isolasi dan empat Intensive Care Unit (ICU). Untuk Rumah Lawan Covid-19 di Ciater, Serpong, kita melakukan penambahan kapasitas 150 tempat tidur. Itu adalah langkah-langkah penanganan untuk di hilir”. “Sedangkan untuk di hulu, kita akan lakukan monitoring, pengawasan dan penindakan secara lebih intensif lagi. Tim monitoring PPKM yang anggotanya terdiri dari aparat Pemerintah Kota dan juga unsur Forkopimda ini terjun langsung ke lapangan pada pagi dan juga malam hari. Untuk di sektor hulu ini, kita juga akan terus mengoptimalkan upaya tes covid-19,” jelas Airin.

Pemerintah Kota mendapatkan bantuan Mobile BSL (Laboratory Biosafety Level-2) dari Kementerian Riset dan Teknologi. Mobile BSL adalah kendaraan yang memiliki kelengkapan untuk melakukan tes covid-19. Kapasitasnya sekitar enam ratus tes perhari dan hasilnya bisa didapatkan dalam waktu delapan jam.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah menerima Dosis vaksin covid-19 pada tahap pertama yang didistribusikan oleh Pemerintah Provinsi Banten sebanyak 8.920 dosis vaksin. Tahap pertama, vaksin diberikan kepada tenaga medis yang sudah terdaftar. Pemkot Tangsel juga telah menyediakan sebanyak 67 fasilitas pelayanan kesehatan, yang terdiri dari 29 puskesmas, 1 Rumah Sakit Umum, 23 rumah sakit swasta, dan 14 klinik swasta.

Untuk memberikan contoh kepada masyarakat, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany bersama dengan kepala daerah se-Banten dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan vaksinasi Covid-19 di Pendopo Bupati Tangerang, Kota Tangerang, pada hari Kamis 14 Januari 2021. Menyusul vaksin kedua didapatkan Airin di RSU Kota Tangerang Selatan, Pamulang, pada hari Minggu, 28 Januari 2021.

Airin menjelaskan tentang vaksinasi ini, bahwa semua yang divaksin tidak merasakan efek maupun keluhan apapun. “Semoga apa yang kami lakukan ini, bisa menjadi contoh kepada masyarakat supaya percaya untuk mau divaksin ini (vaksinasi) bentuk upaya penanganan pandemi Covid-19, vaksinasi merupakan bentuk ikhtiar dan usaha,” ucapnya.

“Saya pribadi merasa tenang dan yakin vaksinasi ini mampu menciptakan kekebalan tubuh terhadap virus Covid-19 sehingga pandemi ini hilang dan kita bisa hidup normal kembali. Dan berdoa semoga kita semua bisa lolos dari ujianNya,” tandas Walikota dua periode ini.

Setelah Walikota, Pemkot Tangsel lalu melakukan vaksinasi untuk para tenaga medis, sebagai garda terdepan penanganan covid-19. Pemberian vaksin kepada tenaga medis dipantau langsung oleh Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie.

“Pemberian vaksin covid-19 tahap pertama yang ditujukan untuk tenaga kesehatan. Proses pendaftaran vaksinasi ada empat alur. Meja pertama, calon penerima vaksin yang mendapatkan short Message Service (SMS) yang sudah mendaftar melalui aplikasi, melakukan registrasi dan pencatatan. Meja dua untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan kepada calon penerima vaksin. Apakah ada penyakit yang diderita seperti diabetes atau darah tinggi. Tahapan meja ketiga, tetap diperiksa kembali tensi darah dan kadar oksigen di darah. Setelah semuanya dinyatakan aman, penyuntikan vaksin dilakukan,” terang Benyamin.

Tahap terakhir di meja keempat. Calon penerima vaksin menunggu selama 30 menit. Apakah ada reaksi spontan setelah vaksinasi seperti mual, pusing atau alergi. Bila muncul reaksi tersebut, akan dilakukan penanganan lebih lanjut.

Selain mensosialisasikan akan pentingnya vaksin bagi masyarakat, Pemkot Tangsel bersama PMI Tangsel juga melakukan penggalangan donor Plasma Konvalesen, yang dicanangkan langsung oleh Airin melalui Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen di Kantor PMI Tangsel.

“Kami berharap dan mengajak masyarakat yang pernah positif covid-19 dan sekarang sudah sembuh untuk bisa datang ke unit donor darah PMI Tangsel untuk mendonorkan plasmanya. Kita sudah punya alat donornya, mudah-mudahan setelah lulus skrining kesehatan bisa memberikan plasmanya yang akan digunakan untuk penyembuhan pasien positif Covid-19. Efektivitas plasma konvalesen ideal untuk pasien Covid-19 kondisi sedang ke berat, mencapai 100 persen menyembuhkan. Sedangkan untuk kondisi berat ke kritis efektivitasnya adalah 80 persen,” kata Airin.

PMI Tangsel sudah melakukan produksi sebanyak 151 kantong plasma konvalesen. Jumlah tersebut akan bertambah lagi mengingat ada 49 pendonor yang telah lolos skrining. “Sudah produksi 151 kantong plasma konvalesen dan semuanya sudah habis didistribusikan ke beberapa rumah sakit yang membutuhkan,” jelasnya.

Selain penyediaan plasma konvalesen. Pemkot juga tengah melakukan vaksinasi ke 10.461 tenaga kesehatan se-Tangsel sebagai upaya mencegah kenaikan kasus positif Covod-19. “Plasma konvalesen untuk penyembuhan orang sakit Covid-19. Sementara, vaksinasi diperuntukkan bagi orang sehat tapi belum terkena Covid-19 menciptakan kekebalan tubuh terhadap virus corona dan sekarang, vaksinasi tengah berjalan,” ucapnya.

Hasil pantauan terakhir protokol kesehatan Pemkot Tangsel, bahwa masyarakat sudah cukup tertib menggunakan masker pada saat beraktivitas di luar rumah atau ruangan. Salah satunya adalah pasar.

Benyamin Davnie menjelaskan bahwa angka tersebut dilihat dari pemeriksaan yang dilakukan olehnya dan OPD dengan melakukan sidak di beberapa titik. Monitoring dilakukan di Pasar Serpong, Pasar Modern BSD dan Pasar Modern Bintaro. Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan protokol kesehatan, dimana 4 M (Menggunakan Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak dan Menghindari Kerumunan) harus dilaksanakan.

“Kalau di Mall, ada penjaganya sementara pasar tradisional tidak ada,” ujar Benyamin.

Dia memastikan bahwa penggunaan masker sudah cukup maksimal, namun belum dilengkapi dengan giat mencuci dan membasuh tangan dengan handsanitizer. Karena itu dia meminta pengelola untuk menyediakan fasilitas cuci tangan dan memiliki juga handsanitizer. Tidak hanya menetapkan kebijakkan sendiri, Tangsel juga melakukan sinergi dengan DKI Jakarta, di antaranya dengan melakukan launching Jakarta Bermasker dan Tangsel Bermasker.

Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menjelaskan, Tangsel Bermasker ini merupakan tindak lanjut dari rapat bersama presiden. Pemkot melakukan rapat tersebut bersama dengan Menko Maritim dan Kapolda Metro yang selanjutnya meneruskan kegiatan Jakarta Bermasker ke beberapa daerah di sekitarnya salah satunya adalah Tangsel. Program kegiatan Tangsel Bermasker ini berupa pembagian masker oleh beberapa stakeholder. Pemkot Tangsel juga akan menggelar operasi yustisi.

”Kampung Tangguh jadi basis, jadi contoh kampung lain, ini bentuk upaya kita agar Tangsel segera bebas dari Covid-19,” jelasnya.

Dengan kampung tangguh ini juga jumlah kasus positif di Tangsel terus menurun. Berdasarkan fakta tersebut, Benyamin meyakini bahwa Kampung Tangguh memberikan efek yang signifikan terhadap kasus positif harian. Sehingga pemerintah akan berkomitmen untuk melakukan lagi program Kampung Tangguh. (adv)

Related posts