Belanja Online dengan Aman Melalui Dompet Digital

Takalar,Gpriority-Rangkaian Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Siber kreasi bersama Dyandra Promosindo  yang dilaksanakan secara virtual pada 4 Juni 2021 memasuki hari ke-5.

Adapun tema yang diangkat dalam webinar Literasi Digital  di hari ke-5 adalah‘Bagaimana Berbelanja Online dengan Dompet Digital?’. Sesuai dengan temanya, dalam webinar yang difokuskan di Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan menghadirkan sejumlah  narasumber yang berkompeten di bidangnya seperti Head of Government Relation DANA Indonesia Felix Syarif, Direktur Pasca sarjana Institute Bisnis dan Keuangan (IBK) Nitro Rosnaini Daga, Anggota Divisi Keorganisasian AJI Makassar Dian Muhtafiah Hamna, serta Content Creator sekaligus penggagas BEDABAIK Rijak Djamal System.

Webinar  yang diikuti oleh 174 peserta ini  diawali dengan sambutan video dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam tayangan video tersebut, Jokowi menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.  Jokowi dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa kehadiran internet harus mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, membuat UMKM naik kelas, dan memperbanyak UMKM terhubung ke platform e-dagang. Harapannya agar internet bisa memberikan nilai tambah ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Jokowi juga menuturkan, literasi digital adalah sebuah kerja besar. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dan perlu dukungan dari seluruh komponen bangsa agar masyarakat semakin melek digital. Presiden pun memberikan apresiasi kepada 110 lembaga dan berbagai komunitas yang terlibat dalam program Literasi Digital ini.“Saya harap gerakan ini menggelinding dan terus membesar. Bisa mendorong berbagai inisiatif di tempat-tempat lain dan melakukan kerja-kerja konkret di tengah masyarakat agar makin cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan edukatif dan produktif,” ujar Presiden Jokowi.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan paparam materi dari Head of Government Relation DANA Indonesia Felix Syarif dengan  materi bertajuk “Cerdas Bertansaksi dengan Dompet Digital”. Ia menuturkan, literasi digital erat kaitannya dengan inklusi keuangan. Di era teknologi saat ini, harus diakui bahwa sejumlah kawasan di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) masih belum terhubung dengan layanan keuangan. Oleh karena itu, peran dompet digital menjadi penting bagi tercapainya target inklusi keuangan 99 persen di 2024.

“Masyarakat yang tidak punya akses ke perbankan akan kesulitan dalam transaksi keuangan sehari-hari. Mereka juga tidak dapat kesempatan memperbesar bisnis, sebab akses perbankan erat sekali hubungannya dengan capital atau permodalan,” jelas Felix.

Dalam kesempatan tersebut, Felix memberikan kiat aman bertransaksi dengan dompet digital. Pertama sekali yang harus diperhatikan adalah aplikasinya sendiri. Aplikasi yang digunakan sebaiknya adalah aplikasi yang sudah memiliki lisensi-lisensi yang ditetapkan oleh regulator. Kedua, harus waspada terhadap segala tindakan yang dilakukan saat menggunakan aplikasi dompet digital.“Ketiga, sandi, kode, dan seluruh informasi yang menjadi kerahasiaan pribadi hanya kita yang tahu, dan pastikan tidak membagikannya ke orang lain. Keempat, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan segera hubungi pusat bantuan yang disediakan oleh aplikasi dompet digital,” kata Felix.

Sementara itu, Nitro menambahkan materi berjudul “Memahami Aturan Bertransaksi dengan Dompet Digital” yang membahas tentang tips menggunakan dompet digital. Pertama, tentukan batas saldo untuk masing-masing dompet digital.Kedua, lakukan penambahan dana (top-up) sekaligus dalam jumlah yang dianggarkan untuk menghemat biaya top-up, atau manfaatkan biaya transfer gratis dari bank tertentu.Ketiga, hindari menggunakan fasilitas bayar nanti atau pay-later.

Lebih dari itu, Nitro meminta penyelenggara dompet digital senantiasa meningkatkan proteksi keamanan data pengguna. Dari sisi pengguna sendiri diharapkan dapat menjaga keamanan data pribadi. Caranya dengan melindungi piranti pribadi dengan sandi atau ID sentuh. Buatlah PIN dompet digital yang tidak mudah ditebak (hindari menggunakan tanggal lahir atau angka berturutan).

“Terakhir, hati-hati dengan social engineering. Jangan pernah membagikan sandi atau kode verfikasi OTP yang diterima di piranti elektronik atau gawai kepada siapa pun,” ucap Nitro.

Anggota Divisi Keorganisasian AJI Makassar Dian Muhtafiah Hamna memberikan tips cara bijak mengatasi nafsu belanja daring. Pertama, tentukan anggaran belanja setiap bulan dengan detail pos-posnya. Kedua, jangan habiskan waktu untuk mengunjungi situs belanja daring. Sebagaimana diketahui, pandemi membuat orang memiliki begitu banyak waktu luang. Usahakan mengisi waktu luang tersebut dengan kegiatan produktif, alih-alih berbelanja daring.“Kalau hasrat berbelanja begitu susah untuk ditekan, saya menyarankan cara ekstrem yang ketiga yaitu berhenti berlangganan atau mencopot aplikasi situs belanja daring,” jelas Dian.

Keempat, berhentilah berlangganan notifikasi dari situs belanja daring untuk menghindari paparan promo, diskon, atau pemberitahuan flash sale. Kelima, perkuat dana darurat dan siapkan mental untuk disiplin menabung. “ Terakhir, pikirkan bahwa hidup kita bukan saja untuk hari ini. Masa depan di masa pandemi kini semakin tak menentu,” tutur Dian.

Influencer Rijal System yang memiliki lebih dari 70.000 pengikut (followers) memaparkan materinya berdasarkan pengalamannya sebagai pembuat konten (content creator). Rijal menyampaikan materi ‘Main Aman Berbelanja Online’. Pertama yang perlu diperhatikan sebelum berberlanja daring adalah reputasi toko, bagaimana profilnya, rating yang diberikan pembeli sebelumnya, jumlah atau ketersediaan barang, serta berapa banyak transaksi yang sudah dilayani toko tersebut. Kedua, teliti produk yang akan dibeli, bisa dengan mengecek foto yang ditampilkan, membaca deskripsi, serta ulasan dari pembeli lain.

Ketiga, bandingkan dengan harga toko sebelah supaya tidak tertipu, dapat harga masuk akal, karena banyak juga reseller yang tidak bertanggungjawab. Keempat, lihat syarat dan ketentuan sebelum membeli barang. Utamakan ada garansi sehingga konsumen lebih yakin akan produk yang hendak dibeli. “Terakhir, lihat metode pembayaran yang bisa diterima,” tutup Rijal.(Hs.Foto.dok.Dyandra)

Related posts