Beruntun 6 Kali WTP, Bukti Pemkab Malinau Disiplin Dalam Mengelola Keuangan Daerah

Malinau, Gpriority – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, Kalimantan Utara, kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 6 kali berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) perwakilan Kalimantan Utara atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2019.

Hasil pemeriksaan LKPD diserahkan oleh Ketua BPK RI Perwakilan Kalimantan Utara, Agus Priyono secara virtual kepada Bupati Malinau, Dr. Yansen TP, M.Si yang didampingi oleh Ketua DPRD Malinau, Wempi W. Mawa, SE.

Bupati Malinau, Dr. Yansen TP menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah daerah yang memiliki semangat dan displin yang tinggi dalam mengelola keuangan daerah.

“Saya sangat apresiasi dan terimakasih kepada seluruh jajaran pegawai pemerintah daerah Kabupaten Malinau atas opini WTP yang kembali kita raih. Ini bukti kedisiplinan dan ketaatan setiap pegawai instansi pemerintahan daerah terhadap regulasi pengelolaan keuangan yang ada”, kata Yansen usai mengikuti Video Conference (Vicon), Selasa (9/6/2020).

Lebih lanjut Yansen menjelaskan dari catatan yang diberikan BPK RI, kinerja daerah ini tidak hanya diperoleh lantaran kedisplinan dalam mengelola keuangan daerah, tetapi memiliki dampak bagi tatanan masyarakat Malinau secara luas.

“Jadi kita melihat indikator generasio antara angka pengangguran dengan penurunan angka kemiskinan. Ketika angka pengangguran semakin menurun begitu pula kemiskinan, otomatis generasio juga akan menyempit, artinya semakin men-zero,” terang Yansen

Adapun program pemerintah yang sudah dijalankan yaitu Gerakan Desa Membangun (GERDEMA). Gerakan ini betul-betul mengubah rakyat, ditambah dengan kebijakan ini berorientasi kepada pembangunan ke tingkat RT.

“Di sinilah pembenaran dari pemikiran itu. Bahwa jika kita memberikan kesempatan yang luas kepada masyarakat untuk memberi kekuatan yang luas dan besar kepada masyarakat, maka akan terjadi gerakan di bawah yang mana merubah tatanan di masyarakat,” tambahnya.

Dia berharap ketika masyarakat bisa membangun ekonominya dengan baik akan berdampak pada tersedianya kesempatan kerja dan semua itu akan mengubah rakyat.

“Saya berharap dengan semangat yang kita miliki sekarang kelak mendorong masyarakat untuk dapat beraktivitas secara nyata. Karena pada akhirnya ini akan membawa rakyat pada tatanan kehidupan yang lebih baik”, harap Yansen.

Menurut Yansen, ketika penegakkan aturan dapat dilakukan dengan baik ditambah melakukan gerakan besar di lapangan, maka angka penganguran akan semakin menurun.

“Artinya sudah tersedia lapangan pekerjaan, tatanan masyarakat sudah bertumbuh dengan baik, ekonomi membaik, kemudian kesenjangan antara kaya dan miskin tidak ada lagi”, imbuhnya.

“Saya kira ini yang paling prinsip, saat ini dan ke depannya. Jangan kita mengejar opini WTP-nya tetapi yang kita kejar adalah kedisplinan dan kesetiaan kita dalam mengelola keuangan daerah secara baik dan benar. Niscaya akan berdampak kepada tatanan kehidupan rakyatnya secara luas, karena pendekatan kita sudah benar,” tutup Yansen.#(FBI)

Related posts