Bupati Malinau Sebut Dana Desa Bisa Digunakan Tangani Covid-19, Tapi Ini

GPRIORITY, MALINAU – Bupati Malinau, Kalimantan Utara Wempi W Mawa menyampaikan, bahwa dana desa (DD) bisa digunakan untuk percepatan penanganan Covid-19.  Namun, penggunaannya maksimal 8 persen.

Selain dana desa dari pusat, Wempi mengatakan, bahwa pemerintah daerah memperbolehkan penggunaan dana Gerdema dan dana RT Bersih.

“Tapi harus menggunakan untuk skala prioritas. Apabila ada kendala penggunaan dana desa, maka segera dikomunikasikan ke Pak Sekda dan DPMD maupun camat,” terang Wempi Mawa, Kamis (22/07/2021).

Sementara itu, Wempi juga mengapresiasi pengetatan dan pengawasan di beberapa kecamatan, salah satunya di Kecamatan Bahau Hulu.

“Saya harap Pak Camat Bahau Hulu tetap mempertahankannya,” ucapnya.

Menurut dia, imbauan kepada masyarakat jangan pernah berhenti. Masyarakat harus diingatkan, utamanya di situasi saat ini, agar dapat menahan diri.

“Kalau ada acara di luar, ditahan dulu dan ditunda. Ini demi kebaikan masyarakat bersama,” ujar Wempi.

Wempi meminta camat termasuk stakeholder dapat mengomunikasikan dengan baik. Terlebih kepada para pelaku usaha seperti longboat.

“Wajibkan mereka agar penumpang yang dibawanya ke Bahau Hulu  menggunakan rapid antigen. Pastikan aman, tujuannya apa, demi keselamatan dan kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Apalagi, kata Wempi, tenaga medis di Bahau Hulu sangat minim.

“Makanya, pertahankan apa yang sudah dilaksanakan selama ini. Libatkan semua komponen, baik Kapolsek, Danramil, dan Tim Satgas Desa untuk menjaga wilayahnya masing-masing,” tuturnya.

Wempi meyakini apabila masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan, maka situasi akan kembali seperti semula.

“Kalau masyarakat sadar dan tertib dan disiplin menjalani prokes, maka otomatis kita bisa terhindari dari Covid-19,” ungkapnya.

Dia berharap masyarakat Malinau menjaga kesehatan diri, lingkungan keluarga dan sekitarnya.

“Patuhi aturan dengan menjalankan prokes secara disiplin,” imbuhnya. (FBI)

Related posts