Cek Apa Sih Gebrakan Sulawesi Selatan Dalam Pelayanan Publik

Jakarta,Gpriority-Pelayanan publik yang cepat dan akurat menjadi tujuan utama dari Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan. Berbekal alasan itulah,Pemda Sulsel membuat gebrakan dalam sektor pelayanan publik, hal itu ditunjukan dengan hadirnya delapan inovasi dari kabupaten dan kota di Provinsi Sulsel yang masuk dalam tahap Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2021 di hari ke-14. Delapan inovasi yang dibangun berasal dari berbagai macam kategori, seperti dalam bidang tata kelola pemerintah, pendidikan,pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja,kesehatan, pendidikan,pemberdayaan masyarakat,dan ketahanan pangan.

Presentasi yang digelar secara virtual ini diawali oleh paparan dari Plt. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman dengan membawa inovasi Gerai Perizinan Sektor Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan (Gesit-19). Dijelaskan Gesit-19 merupakan inovasi penyelenggaraan pelayanan perizinan sektor Kelautan dan Perikanan dengan mekanisme gerai, yang merupakan kewenangan Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan, diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sinjai. Terobosan diperuntukkan mengatasi permasalahan yang dihadapi nelayan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menempatkan gerai pada kawasan pusat pelelangan ikan (PPI) Lappa Kabupaten Sinjai.

“Dalam waktu 19 menit izin selesai, penerbitannya lebih cepat, lebih mudah serta biaya operasional yang sangat minim. Dan manakala nelayan selaku pemohon memerlukan layanan diluar waktu kerja kantor, maka nelayan melakukan komunikasi awal melalui grup WA nelayan dan akan direspon oleh petugas layanan gerai dengan memberikan informasi awal kepada pemohon dan pemohon menyiapkan dokumen yang menjadi syarat untuk dilakukan penerbitan izin berdasarkan alur kerja perlayanan perizinan pada gerai perizinan,” ujarnya di hadapan Tim Panel Independen (TPI) secara virtual, Kamis (15/07).

Inovasi kedua datang dari Kota Makassar dengan terobosan Semua Membantu Menghidupkan Perpustakaan (Sentuh Pustaka). Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto mengatakan Sentuh Pustaka merupakan program untuk mewujudkan penyelenggaraan perpustakaan sekolah sesuai dengan standar dan meningkatkan kemampuan membaca masyarakat melalui pembudayaan kegemaran sejak dini. Tujuannya meningkatkan jumlah perpustakaan sekolah yang dibina dan memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) di Kota Makassar, kemudian meningkatkan jumlah perpustakaan sekolah yang berkualitas sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP) dan memperoleh akreditasi.

Kota Palopo menjadi inovator ketiga dengan terobosan Mudah, Akuntabel, Bersahabat, Adil, Sederhana, Simpatik, dan Aman (MABASSA). Wali Kota Palopo Judas Amir menerangkan inovasi MABASSA memiliki tujuan menyatukan semua jenis izin dan Tim Teknis yang tersebar di PD teknis menjadi terpusat di DPMPTSP. Kemudian untuk menyederhanakan jenis dan persyaratan setiap perizinan sehingga masyarakat lebih mudah dalam pengurusan legalitas usaha. Melalui inovasi MABASSA maka pengurusan izin yang masih tersebar di OPD Teknis dapat disatukan dalam DPMPTSP dengan melakukan penyederhanaan perizinan dari 78 izin menjadi 24 jenis pelayanan. Selain itu sistem pelayanan yang semula menggunakan secara manual sekarang menggunakan sistem daring dan juga menyediakan pelayanan akhir pekan (Sabtu dan Minggu), dan DPMPTSP menyediakan layanan Jemput Antar (JA) berkas bagi pelaku usaha yang membutuhkan.

Selanjutnya, Bupati Barru Suardi Saleh membawa inovasi Wisata Posyandu. Disampaikan jika awal pembangunan Wisata Posyandu untuk mengubah pola layanan di posyandu dengan menjadikan posyandu bukan hanya pusat layanan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana hiburan atau rekreasi bagi keluarga sehingga menarik minat masyarakat. Wisata Posyandu merupakan kumpulan dari beberapa inovasi antara lain timbangan model, ulang tahun bersama di posyandu, penyuluhan kesehatan dengan pertunjukan boneka, arena bermain anak dipadukan dengan permainan rakyat, dan wisuda balita.

Kemudian tampil inovasi Gerakan Masyarakat Lisu Massikola (Gemar Limas) yang dipresentasikan Bupati Bone Fahsar M. Padjalangi. Menurutnya, inovasi mengusung pendekatan pembangunan berbasis kearifan lokal, dimana masyarakan atau orang tua yang ada di daerah pedesaan masih sangat menjunjung tinggi budaya lokal. Gemar Limas merupakan salah satu solusi atas masalah peningkatan angka partisipasi sekolah yang mendukung akselerasi pencapaian angka partisipasi sekolah. Terobosan dilakukan dengan mendata, perencanaan berbasis peta sosial menetapkan jumlah anak yang akan dikembalikan, konfirmasi kepada anak orang tua untuk kembali bersekolah, kemudian dianggarkan melalui dana desa.

Sesi pertama ditutup dengan penampilam inovasi Sahabat LAPOR! dari Kabupaten Gowa. Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menyampaikan Sahabat LAPOR! merupakan jaringan perwakilan berasal dari unsur pemuda di 18 wilayah kecamatan pada Kabupaten Gowa yang memiliki kepedulian terhadap pelayanan publik. Dengan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat tentang media pengaduan melalui aplikasi SP4N-LAPOR!, memfasilitasi masyarakat menyampaikan pengaduan melalui aplikasi SP4N-LAPOR! dan mengawasi kinerja penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten Gowa yang ada di kecamatan dan melaporkan melalui aplikasi SP4N-LAPOR!.

“Sebelum adanya inovasi, laporan ke aplikasi hanya ada 1 di tahun 2016, 7 laporan pada 2017, dan 26 laporan di 2018, serta cakupan wilayah laporan hanya 3 kecamatan perkotaan. Namun setelah adanya Sahabat LAPOR peningkatan jumlah laporan menjadi 217 laporan di tahun 2019 dan 179 laporan pada tahun 2020, cakupan wilayah laporan menjadi seluruh atau 18 kecamatan,” jelasnya.

Presentasi pada sesi kedua dimulai oleh Kabupaten Kepulauan Selayar dengan inovasi Pos Pelayanan Kesehatan Hewan Terpadu Tanadoang (Poster Tanadoang). Bupati Kepulauan Selayar Muh. Basli Ali menegaskan Poster Tanadoang merupakan inovasi yang keberadaannya dapat memberikan solusi untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan hewan yang lebih baik kepada peternak dan masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar. Kegiatan dilakukan melalui penguatan sistem pelayanan kesehatan hewan yang terintegrasi berbasis masyarakat dengan melibatkan _stakeholder_ terkait dalam membantu peternak mengidentifikasi dan melaporkan penyakit ternak, serta untuk meningkatkan mutu pelayanan guna mewujudkan pembangunan peternakan dan kesehatan ternak yang berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Kegiatan presentasi dan wawancara hari ke-14 diakhiri oleh Kabupaten Luwu Utara dengan inovasi Gerakan Tanam Sayur Di Lahan Pekarangan (Getar Dilan). Bupati Luwu Utara Indah Putri Indrian menjelaskan Getar Dilan merupakan upaya membangkitkan kesadaran warga Luwu Utara untuk secara mandiri memproduksi beragam pangan, khususnya jenis sayuran & hortikultura dari lahan pekarangan rumah sendiri. Tahun pertama implementasi Getar Dilan di tahun 2019 sukses menyasar 275 rumah tangga miskin (RTM) di Kecamatan Tanalili. Berdasarkan evaluasi internal dan eksternal capaian Getar Dilan pada Desember tahun 2020 sukses menyasar 9.469 KK dengan total luas lahan pekarangan yang termanfaatkan 189,38 ha tersebar di 10 kecamatan.

“Warga diedukasi untuk menjadi rumah tangga yang kuat ketahanan pangannya dengan memanfaatkan pekarangan rumah secara berkelanjutan untuk memproduksi beragam pangan, khususnya jenis sayuran & buah sesuai selera keluarga,” pungkasnya. (Hs.Foto.dok.Humas Menteri PANRB)

Related posts