COVID-19 Kembali Meningkat di Indonesia, Terdapat 19 Kasus Pada Bulan Mei

Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi kasus COVID-19 di Indonesia saat ini kembali meningkat. Bahkan peningkatannya mencapai 12 persen dan didominasi oleh varian JN.1.

“Merujuk data GISAID Indonesia 2024, saat ini sebagian besar kasus masih didominasi varian JN.1. Meski terjadi peningkatan kasus Covid-19, hal ini tidak diikuti dengan angka rawat inap dan kematian,” ujar Juru Bicara Kemenkes RI, dr. Mohammad Syahril, dalam keterangan tertulisnya pada Senin (27/5) kemarin.

Dikutip dari Data Laporan Mingguan Nasional COVID-19 Kemenkes RI periode 12-18 Mei 2024, terdapat 19 kasus yang telah dikonfirmasi, 44 kasus rawat ICU, dan 153 kasus rawat isolasi. Sementara itu, tren positivity rate mingguan berada pada angka 0,65 persen dan nol kematian.

“Ini terus kami pantau melalui laporan Bed Occupation Rate (BOR) ruang isolasi dan/atau ICU, baik itu secara harian atau mingguan,” ujar Syahril.

Saat ini, jumlah orang yang di tes per minggu mencapai 2.474 orang. Berkaitan dengan kembali meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia dan melonjaknya angka terkonfirmasi di Singapura akibat varian KP.1 dan KP.2, Syahril menegaskan, bahwa hingga saat ini belum ada urgensi pembatasan perjalanan.

“Situasi transmisi COVID-19 masih terkendali. Jadi, sekarang ini belum memerlukan pembatasan mobilitas dan aktivitas masyarakat meskipun ada lonjakan kasus,” ungkapnya.

Foto : Ilustrasi / Freepik