Amerika Serikat, GPriority.co.id – Nama istri Presiden AS Donald Trump, Melania Trump, mencuat di media sosial usai diduga memiliki hubungan dengan terpidana pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein dan rekannya, Ghislaine Maxwell.
Kendati demikian, sejumlah email lama yang kembali mencuat, justru memunculkan pertanyaan baru terkait klaim tersebut.
Dalam pernyataan publik pada Kamis (9/4) kemarin, Melania menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memiliki kedekatan dengan Epstein.
Ia juga menolak berbagai tuduhan yang beredar luas di media dan internet.
“Saya bukan korban Epstein!,” tegas Melania dengan menekankan bahwa berbagai rumor yang beredar merupakan kebohongan yang merusak reputasinya.
Selain itu, Melania juga membantah narasi yang menyebut bahwa dirinya diperkenalkan kepada suaminya, Donald Trump, oleh Epstein, menurut laporan Reuters.
Melania menjelaskan, pertemuan dengan Donald Trump terjadi secara independen di sebuah pesta di New York pada tahun 1998.
Namun, berdasarkan dokumen yang dirilis dalam penyelidikan kasus Epstein menunjukkan adanya komunikasi email antara Melania dan Maxwell pada tahun 2002. Dalam salah satu email yang menjadi sorotan, pesan tersebut ditandatangani dengan nama “Melania” dan berisi percakapan yang terdengar ramah.
Laporan The Daily Beast menyebut, dalam dokumen lain yang diungkap ke publik, email tersebut bahkan dilaporkan menggunakan sapaan hangat seperti “Love, Melania,” sementara Maxwell membalas dengan panggilan akrab “Sweet pea.”
Menanggapi hal itu, Melania tidak membantah keberadaan email tersebut, tetapi ia menegaskan bahwa komunikasi tersebut hanyalah “korespondensi santai” tanpa makna khusus.
Ia menyebut interaksi tersebut sebagai bagian dari lingkaran sosial yang lebih luas, mengingat pada awal 2000-an dirinya memang pernah berada di acara yang sama dengan Epstein dan Maxwell.
Melania juga mengakui bahwa dirinya pernah bertemu Epstein sekitar tahun 2000, namun ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak berkembang menjadi hubungan apa pun. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak pernah bepergian menggunakan pesawat pribadi Epstein maupun mengunjungi pulau pribadinya yang terkenal.
Kasus ini kembali mencuat seiring rilis bertahap dokumen yang dikenal sebagai Epstein files, yang berisi jutaan halaman data, termasuk email dan catatan komunikasi berbagai tokoh publik. Nama Melania Trump sendiri muncul dalam sejumlah referensi dalam dokumen tersebut, meskipun tidak ada tuduhan hukum terhadapnya.
Di akhir pernyataannya, Melania menyerukan agar Kongres Amerika Serikat menggelar sidang terbuka untuk para korban Epstein. Ia menilai langkah tersebut penting demi transparansi dan keadilan. “Para korban harus didengar di bawah sumpah,” tegasnya.
