Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI mengadakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di lingkungan Kemenko PMK, selama tiga hari, dimulai dari Selasa – Kamis, 19-21 Agustus 2025.
Adapun target jumlah peserta untuk kegiatan CKG ini sebanyak 710 orang. Mereka adalah seluruh pegawai Kemenko PMK, sebagian pegawai Kemenko PM, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan jajaran lainnya.
Jenis pemeriksaan CKG ini yakni, pemeriksaan umum, pengukuran antropometrika gizi, tekanan dan gula darah, pendengaran, penglihatan, gigi serta kesehatan jiwa.
Kemudian, ada juga pemeriksaan tambahan untuk wanita berusia lebih dari 30 tahun dan sudah menikah. Lalu, ada elektrokardiogram (EKG) bagi bapak atau ibu yang berusia lebih dari 40 tahun dengan riwayat hipertensi pada penderita diabetes.
Pada hari pertama CKG, Selasa (19/8), diikuti oleh pejabat eselon I dan II dari Kemenko PMK maupun dari Kementerian Lembaga, kemudian dari Staf Khusus, dan jajaran biro di Kemenko PMK.

Menko PMK, Pratikno mengatakan CKG ini dilakukan dalam rangka mendukung program Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
“Kalau datang ke Puskesmas kan butuh waktu, makanya CKG ini diselenggarakan ditempat kerja,” kata Pratikno dalam sambutannya pada acara pembukaan CKG di Kantor Kemenko PMK, Selasa (19/8).
“Sekarang kalau sudah pemeriksaan yang penting adalah menjaga, meningkatkan kualitas kesehatan kita. Saya selalu kampanye di kantor life balance. Pekerjaan pasti tambah banyak, itu sudah pasti. Oleh karena itu, kita harus semakin inovatif untuk melakukan pekerjaan dengan cara efisien,” tambahnya.
Sementara, Wakil Menkes Dante Saksono Harbuwono mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Kemenko PMK ini.
“Saya menyambut gembira sekali atas inisiatif dan pembimbingan dari Pak Menko PMK untuk kita melakukan pemeriksaan kesehatan gratis ini di institusi-institusi,”ucapnya.
Dante menambahkan, bahwa saat ini jumlah masyarakat Indonesia yang sudah melakukan CKG telah mencapai 19,7 juta orang.
Sementara, target Kemenkes pada tahun 2025 sebanyak 52 juta orang. Maka dari itu, salah satu langkah mencapai target tersebut dengan membuka CKG di perkantoran.
“Kegiatan yang seperti ini baik dilaksanakan karena kalau kita jemput bola, kalau kita nunggu di Puskesmas, angka capainya sedikit. Karena ada yang harus bekerja, ada yang harus melakukan aktivitas lain, sehingga yang datang ke Puskesmas sedikit. Tapi kalau kita jemput bola diadakan di institusi kementerian, di perusahaan-perusahaan, dan sekolah-sekolah, itu akan terjadi lebih banyak lagi,” tutur Dante.
Pewarta : Fifi Abdurahman
