Jakarta, GPriority.co.id – Viral sebuah berita di media sosial X menyebutkan jika Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, dipenuhi dengan anak-anak usia 12 tahun ke atas yang menjalani prosedur cuci darah.
Merespon hal tersebut, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, mengungkapkan bahwa sekitar 1 dari 5 anak usia 12-18 tahun berisiko mengalami kerusakan ginjal akibat cemaran etilen glikol pada obat sirup yang sempat heboh di tahun 2023 lalu.
Survei IDAI menemukan adanya darah dan protein dalam urine anak-anak, yang menandakan terjadinya kerusakan ginjal awal. dr. Piprim juga menyoroti pentingnya perhatian orang tua terhadap pola makan, olahraga, dan tidur anak-anak untuk mencegah masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, dan penyakit ginjal.
Adapun dilansir dari IDN Times, menurut dr. Piprim, kasus ini merupakan hal yang biasa terjadi. Berdasarkan penuturannya, pihak RSCM juga telah menyediakan fasilitas hemodialisis (cuci darah) khusus untuk anak-anak, yang belum ada pada rumah sakit lainnya.
“Itu unit khusus, semua pasiennya anak-anak yang mengalami gangguan ginjal terminal dan butuh dilakukan hemodialisis,” jelas dr. Piprim.
dr. Piprim mengatakan, secara nasional tidak dilaporkan kasus gagal ginjal secara signifikan seperti tahun lalu ketika adanya kasus keracunan etilen glikol dan dietilen glikol.
“Jadi sebetulnya kasus cuci darah pada anak sudah biasa dilakukan dan sudah sering terjadinya,” terangnya.
Foto : Ilustrasi / Achipec
