Fakta Baru Kasus Mandala, Siswa SMA di Kaltim yang Meninggal Karena Sepatu Kekecilan

Mandala Risky Syahputra, siswa SMKN 4 Samarinda yang diduga meninggal karena sepatunya kekecilan/Foto : Dok. Instagram @smkn4_samarinda Mandala Risky Syahputra, siswa SMKN 4 Samarinda yang diduga meninggal karena sepatunya kekecilan/Foto : Dok. Instagram @smkn4_samarinda

Samarinda, GPriority.co.id – Kasus meninggalnya Mandala Risky Syahputra, siswa kelas XI SMKN 4 Samarinda, terus menjadi perhatian publik nasional.

Peristiwa ini viral setelah muncul dugaan bahwa Mandala meninggal akibat komplikasi kesehatan yang berkaitan dengan penggunaan sepatu sekolah yang kekecilan. Namun, pihak berwenang menegaskan bahwa penyebab kematian masih dalam proses pendalaman medis.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur menjelaskan bahwa Mandala sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan secara bertahap sebelum meninggal dunia pada 24 April 2026. Ia dilaporkan mengalami keluhan fisik seperti pusing dan pembengkakan pada kaki yang terjadi sejak masa Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Berdasarkan keterangan resmi Disdikbud Kaltim, Mandala mulai menunjukkan gejala sakit sejak akhir Maret 2026, kemudian kondisinya memburuk pada awal April hingga tidak lagi mengikuti kegiatan sekolah. Pihak keluarga sempat menyampaikan bahwa kaki Mandala mengalami pembengkakan sebelum sempat mereda sementara.

Sekolah juga disebut telah melakukan pendampingan, termasuk kunjungan ke rumah dan rencana pemberian bantuan sepatu sesuai ukuran yang lebih layak. Namun rencana tersebut tidak sempat terlaksana hingga kabar duka datang.

Isu yang viral di media sosial menyebut Mandala menggunakan sepatu berukuran lebih kecil dari seharusnya, sehingga menyebabkan cedera pada kaki yang berujung pada komplikasi serius.

Namun, pihak Disdikbud Kaltim menegaskan bahwa ukuran sepatu yang dilaporkan keluarga berada di kisaran 43–44, dan belum ada diagnosis medis yang menyimpulkan penyebab kematian secara pasti.

Sekolah juga menekankan bahwa kondisi Mandala tidak semata disebabkan oleh sepatu, melainkan adanya penurunan kesehatan secara bertahap yang belum sepenuhnya terdiagnosis secara medis.

Namun fakta terbarunya, hingga kini tidak ada hasil autopsi atau kesimpulan medis final yang dipublikasikan ke publik. Pemerintah setempat juga masih melakukan pendalaman data kesehatan dan kronologi lengkap. Berbagai pihak juga telah meluruskan narasi “sepatu kekecilan sebagai penyebab kematian Mandala”.

Terbaru, kronologi lengkap kasus Mandala juga telah diposting di akun Instagram @smkn4_samarinda.

“Segenap keluarga besar SMK 4 turut berduka cita atas berpulangnya Mandala Rizky Syaputra, siswa kelas XI Pemasaran 2 yang kami cintai,” tulis pihak SMKN 4 di postingannya.

“Agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat, kami ingin berbagi cerita kronologis kejadian ini dengan hati yang terbuka. Bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk mengenang dan memetik pelajaran bersama,” lanjut postingan tersebut.