Gedung Filateli Jakarta Bakal Dipugar Jadi Ruang Kreatif Anak Muda

Jakarta,Gpriority— Gedung Filateli yang berada di Jalan Pos Nomor 2, Jakarta Pusat dan yang menjadi milik PT Pos Indonesia akan dipugar atau dijadikan sebagai ruang kreatif anak muda. Agar bisa dijadikan sebagai ruang kreatif anak muda, Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi DKI Jakarta menerbitkan surat rekomendasi pemugaran Gedung Filateli tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana menuturkan, pemugaran yang dilakukan pada Juni 2021 mendatang ini diperuntukkan bagi anak-anak muda guna mendukung kegiatan bisnis dan ekonomi kreatif.

Pemugaran dilakukan dengan pertimbangan dari Tim Sidang Pemugaran, Disbud DKI Jakarta telah menerbitkan Surat Rekomendasi Pemugaran  No. 2478/-1.853.15 tanggal 18 Mei 2021 kepada pihak PT Pos Properti terkait rencana pemugaran gedung Filateli.

“Penerbitan Surat Rekomendasi Pemugaran merupakan bagian dari upaya pelindungan bagi Bangunan Cagar Budaya, Diduga Cagar Budaya, ataupun bangunan yang berada di kawasan Pemugaran agar setiap proses pemugarannya tetap sesuai dengan kaidah-kaidah pelestarian,” tuturnya seperti dikutip dari siaran pers PPID Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (22/5).

Iwan menjelaskan, gedung ini merupakan Bangunan Cagar Budaya yang dilindungi, sesuai dengan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 475 Tahun 1993 tentang Penetapan Bangunan-Bangunan Bersejarah di DKI Jakarta Sebagai Cagar Budaya. Sehingga, proses pengerjaan renovasinya harus memperhatikan prinsip-prinsip pelestarian.

Dalam proses pemugarannya, Gedung Filateli akan dilengkapi dengan exhibition hall, maker studio, multi function area, serta ramp sebagai fasilitas yang dapat menunjang pengunjung disabilitas ketika datang ke gedung ini.

Selain itu, taman sebagai inner court dihidupkan dengan memanfaatkan ruangan di sekelilingnya sebagai area F&B dan area hijau sebagai ruang untuk berbagai kegiatan kreatif bagi anak muda. Sebagian dinding yang berhubungan langsung dengan ruang exhibiton hall akan dibuka sehingga dapat memberikan akses visual antara kegiatan di dalam dan di luar ruangan.

Selain itu, terdapat upaya untuk mengembalikan bentuk dan fungsi elemen-elemen asli bangunan kepada fungsi awalnya, seperti pada pintu dan jendela yang saat ini ditutup oleh triplek dan kaca akan dibuka dan dikembalikan fungsinya seperti pada awal Gedung Filateli dibangun. Hal ini merupakan usaha yang baik dalam rangka mengembalikan fungsi awal Bangunan Cagar Budaya.

“Pemugaran dilakukan tanpa merusak dan mempertahankan bentuk aslinya. Jika ada yang diubah, maka menyerupai bentuk aslinya dan tetap mengikuti kaidah pelestarian,” tutupnya. *** AB

Related posts