Hari Gizi Nasional ke-52

Jakarta,Gpriority-MASALAH gizi sebenarnya menjadi masalah setiap orang, bukan hanya jadi masalah pemerintah atau instansi negara saja tetapi orangtua juga. Sejak 1.000 hari pertama kehidupannya, anak sudah harus diberi gizi seimbang.

Pentingnya gizi ini membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) setiap tanggal 25 Januari memperingatinya.  Dan untuk tahun ini, Kemenkes mengangkat tema membangun gizi menuju bangsa sehat dan berprestasi.

Menurut Sekjen Kemenkes drg Oscar Primadi MPH pada acara Hari Gizi Nasional (HGN) 2019 yang berlangsung di Auditorium Prof.Dr.GA Siwabessy, Gedung Kemenkes,Jakarta Selatan pada jum’at (25/1), tema ini sengaja diangkat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peran keluarga dalam membangun gizi bangsa.

Oscar juga mengatakan, tahun 2018 Indonesia mengalami penurunan di bidang stunting. Meski demikian masih dibutuhkan upaya bersama untuk semakin menurunkan stunting.

Pemerintah menurut Oscar masih tetap menjadikan penurunan stunting sebagai fokus utamanya. Caranya melalui program-program yang dibuat dan dilaksanakan baik di tingkat daerah maupun desa.

“Stunting adalah masalah gizi kronis yang membuat anak terlalu pendek untuk seusainya. Stunting nampak pada anak usia 2 tahun. Anak stunting mudah sakit dan memiliki penurunan daya otak.hal ini bisa terjadi karena masalah ekonomi,” kata Oscar.

Pada puncak HGN yang ke-52 telah dicanangkan germas yang bertujuan menjngkatkan hidup masyarakat indonesia. Kemenkes juga melaksanakan indonesia sehat melalui program pendekatan keluarga, dan melakukan pengumpulan informasi dalam mencapai kesehatan di Indonesia.

Capaian indeks keluarga sehat berdasarkan data yang diterima Kemenkes berada di 0,168 persen. Dengan indeks yang rendah tersebut, Oscar mengatakan dibutuhkan kerja cerdas dan kerja keras yang harus dilakukan pemerintah daerah.  Dari hasil indeks tersebut,  daerah juga harus melakukan inovasi program sehingga keluarga di daerahnya menjadi semakin sehat.

Dalam mewujudkan masyarakat yang sehat,  Kemenkes mengeluarkan permenkes no. 41 tahun 2018 mengenai pedoman gizi seimbang. Pola gizi seimbang mencegah terjadinya resiko penyakit.(Hs.Foto:Hs)

Related posts