Hari Olahraga Nasional, Usulan Anies Baswedan Terkait Jalur Sepeda di Jalan Tol

Hari Olahraga Nasional diperingati setiap tanggal 9 September. Peristiwa penting yang mendasari peringatan ini adalah diadakannya kegiatan PON (Pekan Olahraga Nasional) pertama di Kota Praja Surakarta pada 9–12 September 1948.

Seperti yang kita ketahui, olahraga menjadi satu hal yang penting dalam menjalani kehidupan, karena dengan berolahraga secara rutin dan tidak berlebihan akan membuat tubuh menjadi sehat serta terhindar dari penyakit. Ada berbagai macam olahraga yang bisa membuat tubuh menjadi sehat dan bugar, contohnya  bersepeda. Sekarang ini olahraga menggunakan sepeda banyak digeluti masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia.

Mereka biasanya bersepeda di waktu senggang seperti pagi hari yang sejuk, atau sore hari sekedar menikmati senja di ujung langit. Biasanya, taman menjadi alternatif untuk bersepeda atau di bahu jalan beriringan dengan sepeda motor. Dimana pun bisa dilakukan asalkan di tempat yang aman dan nyaman untuk bersepeda. Lalu bagaimana rasanya jika kita bersepeda di tempat yang tidak biasa seperti jalan tol? Pernahkah anda membayangkannya?

Pada bulan Agustus kemarin, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengusulkan rencananya untuk membuat jalur sepeda di jalan tol lingkar dalam (Cawang-Tanjung Priok). Atas usulan tersebut, Anies meminta kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) untuk mengizinkan sepeda masuk ke jalan tol, berdasarkan surat No 297/-1.792.1 tertanggal 11 Agustus 2020.

Dalam surat permohonan tersebut, Anies meminta Menteri PUPR,  Basoeki Hadimoeljono menutup jalan tol lingkar dalam yang mengarah ke Tanjung Priok setiap hari Minggu, mulai pukul 06.00 sampai 09.00 WIB. Adanya permohonan ini untuk mengurangi volume pengguna sepeda yang jumlahnya meningkat setiap minggunya.

Untuk jenisnya, hanya jenis sepeda balap atau road bike saja yang diperbolehkan masuk ke jalan tol. Hal ini dikarenakan jenis sepeda ini dapat digunakan dalam kecepatan tinggi. Selama jalan tol dibuka untuk sepeda, pengendara lainnya dilarang melintas. Jalan ini diperkirakan memiliki panjang kurang lebih 10 hingga 12 km. Jalur ini akan digunakan sebagai lokasi kegiatan Road Bike Event satu arah.

Ada berbagai tanggapan terkait usulan pemanfaat jalan tol sebagai jalur sepeda. Salah satunya datang dari anggota Komisi C Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Esti Arimi Putri. Ia mengaku tidak setuju dengan rencana Anies Baswedan, Esti menilai kebijakan itu mengada-ada dan sangat membahayakan keselamatan para pesepeda. Ia juga mengatakan lebih baik Pemprov DKI fokus terhadap penanganan COVID-19 saja.

Disisi lain Ketua Komisi B DPRD DKI Fraksi PKS Abdul Aziz menyambut positif rencana tersebut. Ia mengatakan bahwa kecepatan sepeda balap ini bisa melaju sampai dengan 60 km/jam. Menurutnya, pengajuan penggunaan jalur tol untuk pesepeda balap justru mengantisipasi kecelakaan bagi pesepeda lainnya. Sehingga, membuat jalur khusus untuk sepeda balap lebih aman ketimbang memperbolehkan mereka masuk tol.

Untuk saat ini, Kementerian PUPR masih mengevaluasi usulan pemanfaatan Jalan Tol tersebut. (Dwi)

Related posts