Jakarta, GPriority.co.id – Polda Metro Jaya mengungkap identitas dua kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat teridentifikasi sebagai Reno Syahputradewo (24) dan Muhammad Farhan Hamid (23).
Kepala Biro Laboratorium dan Dokkes (Karo Labdokkes) Polri, Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti menjelaskan bahwa kondisi kedua jenazah ditemukan dalam keadaan tidak utuh karena mengalami proses pembakaran.
Dalam proses identifikasi, tim forensik menemukan dua kantong jenazah, masing-masing bernomor 0080 dan 0081. Pada kantong pertama (0080), pemeriksaan sekunder dilakukan melalui analisis tulang tengkorak dan panggul untuk menentukan jenis kelamin serta ciri ras korban.
Hasil analisis menunjukkan korban berjenis kelamin laki-laki dengan ciri ras Mongoloid. Pemeriksaan tulang panjang memperkirakan tinggi badan antara 158 hingga 168 sentimeter.
Tahap identifikasi primer dilakukan menggunakan metode odontologi forensik dan pemeriksaan DNA terhadap sampel tulang.
“Dari hasil pemeriksaan DNA dan odontologi forensik bahwa postmortem 0080 cocok dengan antemortem 002 sehingga teridentifikasi sebagai Reno Syahputradewo,” ungkapnya.
Kemudian, pada kantong jenazah bernomor 0081, tim menemukan beberapa barang pribadi yang membantu proses identifikasi awal seperti perhiasan, kalung dan kepala ikat pinggang.
Pemeriksaan DNA kemudian dilakukan dan menunjukkan kecocokan kuat dengan data keluarga korban.
“Setelah itu dilakukan pemeriksaan identifikasi primer berupa hasil pemeriksaan DNA dari tulang, nomor postmortem 0081 cocok dengan antemortem 001 sehingga teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Hamid,” ujarnya.
Untuk diketahui, dua kerangka manusia tersebut ditemukan pada 30 Oktober 2025, di area Gedung Astra Credit Companies (ACC) Kwitang. Area tersebut terbakar hebat dua bulan sebelumnya akibat kerusuhan di sekitar lokasi.
Penemuan ini dilakukan saat tim teknis sedang melakukan pemeriksaan untuk renovasi di lantai dua gedung menemukan tulang-belulang dalam kondisi hangus dan tertimpa plafon.
