Jakarta, GPriority.co.id – Perekonomian menjadi satu hal yang disoroti dari suatu negara.
Terbaru, Indonesia dilaporkan berhasil menduduki peringkat ke-8 dalam daftar ekonomi terbesar dunia.
Daftar tersebut berdasarkan PDB yang disesuaikan dengan paritas daya beli (PPP) tahun 2024, menurut data dari IMF.
Peringkat tersebut menempatkan Indonesia di atas negara-negara maju seperti Prancis dan Inggris.
Selain itu, peringkat ini juga menjadi cerminan pertumbuhan ekonomi yang signifikan di tengah tantangan global.
Sebagai informasi, metode PPP memperhitungkan perbedaan biaya hidup, yang lebih rendah di negara berkembang seperti Indonesia, serta memberikan gambaran daya beli yang lebih akurat dibandingkan metode tradisional.
Kendati pendekatan PPP tersebut memiliki keterbatasan, seperti asumsi bahwa pola konsumsi di seluruh dunia serupa, pencapaian Indonesia yang menduduki peringkat ke-8 menyoroti potensi pertumbuhan ekonominya.
Gabung bersama negara-negara BRICS seperti China, India, dan Rusia, yang turut serta menunjukkan pertumbuhan pesat, Indonesia saat ini terus memperkuat posisinya di kancah global, serta menunjukkan optimisme untuk masa depan ekonomi nasional yang lebih berkembang.

Angka Kemiskinan dan Pengangguran Indonesia Menurun
Belum lama ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melaporkan jika tingkat kemiskinan di Indonesia menurun signifikan sepanjang 2024.
Menurut data yang dilaporkannnya, dari 9,36 persen pada 2023 menjadi 9,03 persen di tahun 2024. Selain itu, kemiskinan ekstrem di Indonesia juga turun dari 1,12 persen menjadi 0,83 persen.
Terkait ketimpangan sosial, Menkeu Sri Mulyani juga melaporkan data yang menunjukkan perbaikan, dengan rasio turun dari 0,388 menjadi 0,379.

Begitupun juga dengan tingkat pengangguran menurun dari 5,32 persen menjadi 4,91 persen, dan tercipta 4,78 juta lapangan kerja baru.
Diantaranya peningkatan pekerja formal sebesar 3,44 juta, yang menjadikan total pekerja formal mencapai 56,2 juta sepanjang tahun 2024.
Lebih lanjut, Menkeu Sri Mulyani mengatakan, sektor pertanian, perdagangan, industri pengolahan, dan jasa menjadi kontributor utama pertumbuhan tenaga kerja ini.
Foto : Ilustrasi/iStock
