Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Indonesia resmi membuka D-8 Halal Expo Indonesia 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (8/7), sebagai bagian dari rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8.
Melalui ajang ini, Indonesia menegaskan komitmennya menjadikan industri halal sebagai salah satu pilar utama kerja sama ekonomi antarnegara berkembang yang tergabung dalam organisasi D-8.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Anis Matta mengatakan penyelenggaraan D-8 Halal Expo bukan sekadar pameran dagang, melainkan bagian dari agenda strategis Indonesia selama memegang keketuaan D-8.
“Acara rangkaian Expo ini adalah rangkaian dari acara Summit dari D-8,” ujar Anis Matta kepada wartawan usai pembukaan acara di Jakarta.
Menurut Anis, Indonesia mengusung tiga fokus utama selama menjadi Ketua D-8, yakni penguatan industri halal dan sistem ekonomi halal, pemberdayaan generasi muda, serta kerja sama dalam penanggulangan bencana.
“Untuk era keketuaan Indonesia, memang fokus utamanya salah satunya adalah halal industry ini, halal economic system ini. Ini insyaallah akan jadi salah satu prioritasnya,” kata Anis.
Ia menilai sektor halal memiliki potensi besar untuk menjadi motor pertumbuhan ekonomi negara-negara anggota D-8 yang terdiri atas Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.
Karena itu, Indonesia ingin memperkuat kolaborasi perdagangan, investasi, hingga pengembangan ekosistem halal yang lebih terintegrasi.
D-8 Halal Expo Indonesia 2026 menghadirkan ratusan peserta dari berbagai negara, mulai dari pelaku usaha, investor, lembaga sertifikasi halal, hingga institusi pemerintah. Pameran ini juga menjadi wadah promosi produk halal unggulan sekaligus memperluas jaringan bisnis di pasar internasional.
Berdasarkan informasi penyelenggara, potensi perdagangan yang dibidik melalui ajang ini mencapai sekitar US$550 miliar atau setara lebih dari Rp9 kuadriliun (kurs sekitar Rp16.500 per dolar AS).
Nilai tersebut mencerminkan besarnya peluang ekonomi halal global yang terus berkembang, baik pada sektor makanan, kosmetik, farmasi, fesyen muslim, maupun keuangan syariah.
Melalui D-8 Halal Expo 2026, pemerintah berharap kolaborasi antarnegara anggota D-8 semakin kuat sehingga mampu meningkatkan daya saing industri halal di pasar global.
Selain membuka peluang investasi dan ekspor, forum ini juga diharapkan memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi halal dunia.
