Alasan Prabowo Resmikan Proyek Abadi Masela yang Mangkrak Hampir 3 Dekade

Presiden Prabowo saat menyaksikan groundbreaking Proyek Abadi Masela, Kamis (17/7)/Foto : Dok. Setkab RI Presiden Prabowo saat menyaksikan groundbreaking Proyek Abadi Masela, Kamis (17/7)/Foto : Dok. Setkab RI

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7).

Peresmian ini menjadi tonggak penting bagi proyek gas raksasa yang telah tertunda selama hampir tiga dekade sejak pertama kali ditemukan pada awal tahun 2000-an.

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa dimulainya pembangunan Proyek Abadi Masela bukan hanya tentang memulai investasi besar, tetapi juga menjadi simbol berakhirnya penantian panjang terhadap salah satu proyek energi terbesar di Indonesia.

“Hari ini kita berbesar hati, kita bangga. Alhamdulillah setelah puluhan tahun proyek ini berjalan,” kata Prabowo dikutip dari laporan ANTARA.

Menurut Presiden, alasan utama pemerintah mendorong percepatan proyek tersebut adalah untuk memperkuat kemandirian energi nasional. Ia menilai Indonesia memiliki sumber daya energi yang sangat besar dan harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

“Kita sadar, bangsa Indonesia sadar, bahwa kita diberi karunia yang luar biasa oleh Yang Maha Kuasa. Buktinya antara lain bahwa kita sudah paham bahwa di perairan kita di Tanimbar, di Maluku ini kita memiliki cadangan energi yang sangat besar,” ujarnya.

Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berhasil membawa proyek tersebut memasuki tahap pembangunan setelah bertahun-tahun menghadapi berbagai tantangan teknis, investasi, hingga perubahan skema pengembangan.

“Kita hargai dari kawan-kawan kita dari Jepang yang investasi di sini dari Inpex. Kita juga berterima kasih saudara-saudara kita dari Malaysia, Petronas juga ikut di sini. Dan kita tentunya bangga putri kita, perusahaan nasional kita Pertamina ada di sini,” tutur Prabowo.

Proyek LNG Abadi Masela memiliki nilai investasi sekitar US$20,9 miliar atau lebih dari Rp355 triliun. Lapangan gas ini diperkirakan memiliki cadangan sekitar 6,97 triliun kaki kubik (TCF) dan ditargetkan mampu memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, memasok gas untuk kebutuhan domestik, serta menghasilkan kondensat hingga 35 ribu barel per hari.

Selain memperkuat ketahanan energi, pemerintah berharap proyek ini menjadi penggerak ekonomi baru di Indonesia Timur. Kehadiran kilang LNG Abadi Masela diproyeksikan membuka lapangan kerja, mengembangkan industri pendukung, memberdayakan UMKM lokal, serta mengutamakan tenaga kerja dari Maluku dan Kepulauan Tanimbar.

Proyek ini juga menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak tahap pengembangan sebagai bagian dari transisi energi nasional.

Peresmian Proyek Abadi Masela sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin mengakhiri berbagai hambatan yang selama ini membuat proyek strategis tersebut tertunda.

Dengan dimulainya pembangunan fisik, proyek yang sempat mangkrak hampir 28 tahun itu diharapkan segera berkontribusi terhadap ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.