Kasus Covid-19 Paling Tinggi di Jatim, Surabaya Jadi Daerah Pertama yang Dikunjungi Jokowi di Era New Normal


Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (25/6/2020) melakukan kunjungan pertama ke Surabaya di era new normal. Kunjungan Jokowi terkait kasus Covid-19 yang ternyata masih tinggi di Surabaya dan Jawa Timur.

Kepada Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuadi, Jokowi mengajukan pertanyaan mengenai tingginya Covid-19 di Jawa Timur dan Surabaya. Dan kata Joni, untuk Jawa Timur tingginya Covid-19 dikarenakan tes Covid-19 dan tracing (pelacakan) yang gencar dilakukan Pemprov, Pemkab dan Pemkot.

” Berdasarkan tracing, telah ditemukan 213.211 warga Jawa Timur yang melakukan kontak langsung dengan pasien Covid-19. Mereka sudah dites. Hasilnya banyak yang positif. Tracing sendiri masih akan tetap dilangsungkan hingga penyebaran Covid-19 di Jatim tidak ada sama sekali. Dengan semakin banyaknya warga yang ditemukan melalui tracing kemudian dilakukan tes, maka potensi kasus baru di Jatim semakin meningkat,” ujar Joni.

Terkait Surabaya, Joni menambahkan, hal ini disebabkan karena rendahnya tracing yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya (Pemkot) Surabaya. “ Dari daerah yang ada di Jawa Timur, Surabaya yang hasil tracingnya paling rendah yakni 2,8. Artinya, dari 1 pasien Covid-19, pemkot hanya menemukan 2 sampai 3 orang yang memiliki kontak erat,” jelas Joni.

Tak hanya itu, 70 persen masyarakat Surabaya tidak menggunakan masker saat di perjalanan, juga menjadi alasan lainnya mengapa Surabaya bisa menjadi kota terbanyak positif Covid-19.

Setelah mendengar penuturan Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Jokowi menyarankan agar masyarakat Jatim memiliki perasaan yang sama terkait Covid-19. “ Perasaan sama yang dimaksud adalah, Covid-19 harus dipandang sebagai wabah yang bahaya. Untuk itulah jangan disepelekan dan tetap mengikuti protokol kesehatan,” tandas Jokowi.

Jokowi juga menyarankan agar tracing dan tes masal juga terus dilanjutkan. Ia juga mengingatkan agar Pemprov, Pemkab dan Pemkot mengawasi dengan ketat pasien yang tengah melakukan isolasi baik mandiri maupun di rumah sakit.

Selanjutnya Jokowi meminta agar para tokoh agama dan masyarakat untuk mau mensosialisasikan protokol kesehatan. Karena ucapan ulama dan tokoh masyarakat mau didengar oleh masyarakat.

Jokowi akan memantau terus perkembangan Covid-19 dan berharap dalam dua minggu ke depan, curva di Jatim dan Surabaya semakin menurun.

Usai memberikan pengarahan, Jokowi melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi. Tiba di Bandara Internasional Banyuwangi pada Pukul 13.40, disambut Bupati Abdullah Azwar Anas yang langsung mempersilahkan Jokowi untuk mencoba alat cuci tangan dengan adaptasi baru yang berada di ruang tunggu.

Setelah itu Jokowi bersama rombongan melanjutkan perjalanan ke pasar tradisional dan pasar pelayanan publik Rogojampi serta Pantai So Long. “ Di pantai So Long, Jokowi dijadwalkan untuk meninjau kesiapan adaptasi kebiasaan baru,” tutur Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono. # (Haris)

Related posts