Kasus Keracunan MBG di Jawa Barat Tinggi, Dedi Mulyadi Siap Evaluasi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, siap evaluasi pelaksanaan MBG di daerahnya/Foto : Dok. Pemprov Jawa Barat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, siap evaluasi pelaksanaan MBG di daerahnya/Foto : Dok. Pemprov Jawa Barat

Jawa Barat, GPriority.co.id – Menyoroti tingginya kasus keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) di Jawa Barat, Gubernur Dedi Mulyadi berjanji akan segera melakukan evaluasi terhadap penyelenggara serta vendor penyedia makanan.

Sebagaimana dilansir dari ANTARA pada Kamis (25/9), Dedi juga akan memanggil pengelola MBG Jawa Barat pada minggu depan guna dimintai penjelasan lebih lanjut terkait kasus keracunan yang terjadi.

Menurut Dedi, salah satu penyebab utama keracunan MBG di Jawa Barat ialah manajemen penyajian makanan yang buruk. Mulai dari proses memasak yang terlalu cepat padahal untuk disajikan dalam jumlah besar. Di samping itu, waktu jeda sebelum dikonsumsi juga panjang dan akhirnya menyebabkan kualitas MBG pun menurun drastis.

“Misalnya yang dilayani ribuan orang, tetapi yang melayani sedikit. Masaknya jam 1 malam untuk disajikan jam 12 siang. Jarak waktunya terlalu lama. Ini harus dievaluasi,” tegasnya.

Walaupun tak ada korban jiwa, Dedi menekankan jika kasus ini memberi dampak buruk bagi psikologis anak-anak yang akhirnya hilang kepercayaan terhadap program MBG. Padahal sesuai dengan namanya, gizi sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan mereka.

Saat disinggung terkait penghentian program MBG, Dedi pun berpendapat jika evaluasi pihak penyelenggara lebih dibutuhkan. Dedi juga memastikan jika pihaknya akan menganti penyedia makanan yang tak mampu menjaga standar serta kualitas, sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.

“Kalau penyelengara tidak mampu, ya diganti dengan yang lebih mampu,” ujarnya.

Menurut informasi yang beredar sebelumnya, ratusan siswa dari 16 provinsi di Indonesia dilaporkan mengalami keracunan usai mengonsumsi MBG. Hingga saat ini, ada 6.626 kasus siswa keracunan MBG.

Merespon kasus keracunan tersebut, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan siap membentuk tim investigasi khusus yang melibatkan ahli kimia serta terjun langsung ke lapangan.

Nanik S. Deyang selaku Wakil Kepala BGN mengatakan jika pihaknya serius dalam mengatasi kasus ini dengan membuka hotline pelaporan untuk masyarakat.

Menurut data terbaru, kasus keracunan MBG di Jawa Barat tertinggi mencapai 2.051 laporan, sementara di Yogyakarta 905 kasus, serta Jawa Tengah 468 kasus.