Kemenag Terjemahkan Al-Quran ke 26 Bahasa Daerah, Tersedia di Playstore dan iOS

Jakarta, GPriority.co.id – Kementrian Agama (RI) berinovasi menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam 26 bahasa daerah di Indonesia. Ke-26 bahasa daerah ini tersebar di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali.

Inovasi ini diharapkan bisa membuat masyarakat menjadi lebih dekat dan mudah memahami isi Al-Qur’an.

“Untuk di pulau Sumatra itu hampir semua sudah, minus bahasa Lampung. Di pulau Jawa, sudah ada semuanya, minus bahasa Betawi. Kemudian untuk di Kalimantan, sudah semua bahasa Banjar dan bahasa Dayak. Dayak ini kan banyak variasinya, kita baru satu dari subsistem dari bahasa Dayak,” ujar Prof Dr. H. Mohammad Ishom, Kepala Puslitbang LKKMO Kemenag RI.

“Kemudian untuk di Sulawesi kita sudah ada bahasa Kaili untuk Sulawesi Tengah, juga bahasa Bugis dan bahasa Mandar. Nah, untuk di Maluku sudah ada bahasa Melayu Ambon. Di Bali sudah terbit, yang belum itu bahasa yang ada di NTT dan Papua,” sambungnya.

Menurut Ishom, penerjemahan Al-Quran ke 26 bahasa daerah ini, dilalui dengan berbagai proses. Di antaranya adalah identifikasi bahasa dan penjajakan ke daerah di Tanah Air. Antara lain, Kemenag menggelar focus group discussion (FGD) dengan melibatkan pemimpin daerah, ulama dan tokoh adat. Hal ini untuk menghimpun masukan dan membahas bahasa mana yang akan digunakan sebagai terjemah.

“Jadi, kami di Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi ini melakukan penerjemahan ke dalam bahasa daerah bekerja sama dengan kampus-kampus UIN, IAIN, dan STAIN di berbagai daerah se-Indonesia kemudian dibantu juga oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan lembaga pelestarian bahasa daerah di masing-masing daerah,” ungkapnya.

Dalam pemilihan bahasa daerah, terdapat 2 karakteristik bahasa yang dipilih. Pertama, yang jumlah penuturnya banyak dan yang kedua bahasa daerah yang memang sudah langka digunakan.

“Kita akan lebih mengedepankan penerjemahan Al-Qur’an dalam bahasa daerah yang jumlah penuturnya lebih banyak di suatu daerah atau kita terjemahkan ke dalam bahasa yang bahasa itu hampir punah,” terang dia.

Beberapa bahasa daerah yang akan ditambahkan segera dalam terjemahan Al-Qur’an, adalah bahasa Ternate, bahasa Dayak yang ada di Palangkaraya, kemudian bahasa yang ada di Papua, dan bahasa yang ada di NTT.

Untuk Al-Qur’an terjemahan 26 bahasa daerah ini bisa diakses melalui smartphone.

“Tersedia bagi pengguna Android, iOS yang dapat diunduh dengan mudah melalui Play Store maupun App Store,” kata Ishom.

Foto : Freepik