Komdigi Minta Pemda Tak Komersialkan Infrastruktur Telekomunikasi demi Tingkatkan PAD

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria soal peran vital jaringan telekomunikasi/Foto Komdigi

Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria meminta pemerintah daerah tidak memandang infrastruktur telekomunikasi sebagai objek komersial semata untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menegaskan, infrastruktur telekomunikasi merupakan infrastruktur kritis yang harus dijaga dan dikelola bersama.

Menurut Nezar, jaringan telekomunikasi saat ini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat dan berperan penting dalam menjamin keberlangsungan layanan publik. Oleh karena itu, pembangunan dan pengelolaannya harus dipandang sebagai kepentingan bersama.

Pandangan tersebut diperoleh Nezar usai mengunjungi lokasi bencana banjir di Sumatera dan Aceh. Dari kunjungan itu, ia melihat langsung peran vital jaringan telekomunikasi dalam kehidupan masyarakat, terutama saat terjadi bencana.

“Satu hal yang baru kita sadari sangat penting pada hari ini yaitu jaringan telekomunikasi. Saya juga di sana baru sadar kalau jaringan telekomunikasi itu sama pentingnya dengan listrik dan air,” kata dalam Diskusi Panel Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) di Jakarta Pusat, Rabu (14/01), dikutip dari situs Komdigi.

Ia menjelaskan, tanpa jaringan telekomunikasi yang berfungsi dengan baik, berbagai kebutuhan dasar masyarakat akan ikut terganggu.

“Di saat bencana, kita sering kali baru menyadari bahwa infrastruktur telekomunikasi bukan sekadar kabel, menara, atau perangkat teknis, tapi dia sudah menjadi semacam nadi kehidupan,” ujarnya.

Nezar menambahkan, kualitas infrastruktur telekomunikasi sangat menentukan arah transformasi digital nasional serta pertumbuhan ekonomi digital. 

Karena itu, ia kembali menekankan agar pemerintah daerah tidak menjadikan infrastruktur telekomunikasi sebagai objek komersial untuk mengejar PAD, melainkan sebagai infrastruktur vital yang perlu dijaga keberlanjutannya.

“Ekosistem digital bergantung pada infrastruktur telekomunikasi. Anak-anak butuh akses internet untuk pembelajaran, kemudian UMKM perlu mengakses platform digital, dan banyak layanan-layanan strategis yang memakai jaringan telekomunikasi,” tuturnya.