Kunjungan Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia ke Morowali, Kadis DPMPTSP Morowali Yusman Mahbub: Siap Mendukung dan Menjaga Investasi di Morowali


Morowali-Gpriority, Kepala Badan koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadia pada Rabu sore (15/7/2020) melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Industri PT.Indonesia Morowali Industrial park (IMIP) yang terletak di Morowali, Sulawesi Tengah.

Kehadiran Bahlil Lahadia ke Kawasan Industri PT.IMIP untuk memastikan iklim investasi dalam situasi kenormalan baru sekaligus melakukan audiensi dengan para investor yang ada di kawasan tersebut terkait pengelolaan industri di wilayah PT.IMIP.

Ditemui wartawan usai melakukan kunjungan, Bahlil Lahadia memuji Kawasan Industri PT.IMIP. Menurut Bahlil, Kawasan Industri PT IMIP merupakan kawasan yang terlengkap serta terintegrasi dari seluruh kawasan industri yang ada di Indonesia. Sehingga perlu ditiru oleh daerah lainnya.

Bahlil Lahadia juga mengatakan, daerah Morowali mempunyai daya saing investasi di bidang industri, untuk itulah pemerintah daerah harus terus mendukung dan menjaga investasi ini agar tidak pergi dari Morowali.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Morowali,Drs.Yusman Mahbub,M.Si, yang dihubungi melalui sambungan telepon pada Jum’at (17/7/2020) mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemkab) Morowali siap mendukung dan menjaga investasi di Morowali. Caranya dengan mempermudah proses perizinan. Mudahnya proses perizinan inilah yang membuat banyak investor tertarik untuk menanamkan modalnya ke Morowali.” Namun untuk tambang, proses perizinannya saat ini harus ke pemerintah pusat dalam hal ini BKPM sesuai dengan perubahan regulasi yang dilakukan pemerintah pusat. Proses ini dimaksudkan agar lebih ke satu pintu,” jelas Yusman.

Yusman juga mengatakan sebagai Kepala Dinas PM-PTSP yang baru dilantik dua minggu yang lalu, dirinya tengah melakukan tugas untuk memperbaiki manajemen kantor PM-PTSP dengan mengembalikan semua fungsi-fungsi organisasi yang selama ini kurang berjalan baik. “ kita bekerja di PM-PTSP Morowali terpantau oleh BPK dan KPK, sehingga harus berjalan dengan sangat sempurna. Untuk itulah kedatangan saya disini untuk memperbaikinya dan progresnya akan kami laporkan setiap bulannya kepada KPK,”ujar Yusman.

Terkait dengan catatan BPK Sulawesi Tengah untuk Dinas PM-PTSP Morowali tahun 2019, seperti pelaksanaan sistem pelayanan perizinan IMB yang belum sesuai mekanisme dan lain sebagainya, menurut Yusman akan diperbaiki regulasinya dengan melibatkan tim teknis yang terintegrasi.

Yusman juga akan melakukan pelatihan bagi karyawan dan pejabat di PM-PTSP Morowali. Tujuannya untuk lebih meningkatkan skill di dalam melayani masyarakat melalui sistem OSS. Yusman juga tengah mengusulkan kepada Bupati Taslim dalam APBD perubahan untuk menambah ruangan bagi tim teknis dan juga kantor pajak. Sehingga proses perizinan bisa menjadi lebih cepat lagi.


Biodata KADIS PM-PTSP

Nama Lengkap        : Drs. YUSMAN MAHBUB, M.Si.
NIP                             : 19670606 199403 1 011
Pangkat/ Golongan : Pembina Utama Muda, IV/c
Tempat/Tanggal lahir : Bungku, 06 Juni 1967
Pendidikan           : SDN 2 Bungku Tahun 1981
                                  SMPN 1 Bungku Tahun 1984
                                 SMAN Bungku Tahun 1987
                                 S1 UVRI Makassar (Fisipol) Tahun 1992
                                 S2 UMI Makassar Perencanaan Pembangunan Tahun 2011

Pengalaman Kerja : 1. Kadis Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan 2014/2015
2. Kadis Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Tahun 2015/2016
3. Staf Ahli Bupati Tahun 2016/2017
4. Kadis Koperasi dan UMKM Tahun 2017/2020
3. Kadis PM-PTSP Juni 2020

Pengalaman Organisasi :
KNPI (Wakil Ketua)
Pemuda Pancasila (Wakil Ketua)
Komda Alkhairat(Sekretaris)
MUI (Ketua)
PBSI (Ketua)
KONI (Ketua)
PHBI (Ketua)
LPTQ (Ketua)
Karang Taruna (Ketua)

Visi dan Misi untuk DPM-PTSP Kabupaten Morowali :
Visi :Terwujudnya Pelayanan Prima di Bidang Penanaman Modal dan Perizinan untuk mencapai pertumbuhan investasi menuju Morowali Sejahtera Bersama.

Misi :
Meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan pemerintahan yang di dukung SDM dan sarana prasarana yang berkualitas.

Meningkatkan jumlah investasi yang berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Memanfaatkan Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah .(Haris)

Related posts