Masyarakat Tidak Taat Prokes Jadi Alasan Sleman Anteng Di Zona Merah

Dalam beberapa hari ini, jumlah kasus Covid-19 di Provinsi Yogyakarta semakin meningkat. Berdasarkan data Satgas Covid-19  Pemerintah Kabupaten Sleman per-27 April 2021, jumlah kasus Covid-19 di  Sleman grafiknya semakin menaik, tercatat hingga 27 April 2021 jumlahnya mencapai 884 kasus.

Menurut Harjuno Lurah Sardono Hardjo, Naglik, Sleman yang diwawancarai melalui WhatsApp  pada Selasa malam (27/4/2021) ini dikarenakan gencarnya Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan rapid test dan swab test. Selain itu meningkatnya kasus Covid-19 juga dikarenakan ulah masyarakat yang sudah mengabaikan protokol kesehatan.

“ Melihat banyaknya kasus yang terjadi belakangan ini saya mendukung sekali langkah Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta  dan juga Pemerintah Kabupaten Sleman yang tetap melakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro. Menurutnya dengan diterapkannya PPKM, daerah yang masuk ke zona hijau dan orange bisa tetap menjalankan roda perekonomiannya. Tidak hanya itu,dengan diterapkannya PPKM berskala mikro, RT dan RW bisa segera mengambil tindakan cepat apabila ada warganya yang terindikasi Covid-19,” ucap Harjuno.

Harjuno juga meminta agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.” Mau selamat ya harus menerapkan 3 M-lah (Memakasi masker, Mencuci tangan dan menjaga jarak). Dengan penerapan ini, saya yakin DI Yogyakarta akan kembali menurun jumlah kasus Covid-19,” tutup Harjuno. (Hs.Foto.dok.Pribadi)

Related posts