Menteri Kominfo: Indonesia Membutuhkan 9 juta Talenta Digital Hinga 2030

Gpriority, Jakarta- Kementerian Komunikasi dan Informatika Menggelar Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Fresh Graduate Academy (FGA) dan Vocational School Graduate Academy (VSGA) Digital Talent Scholarship (DTS) Tahun 2020 di Le Meridien Hotel Jakarta, Selasa, 17/12/19.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate yang turut hadir dalam acara tersebut menyatakan pada saat ini pemerintah berkomitmen untuk mengejar ketertinggalan ketersediaan talenta digital di Indonesia. Menurutnya, dengan target 60.000 peserta hanya memenuhi 10% dari kebutuhan tahunan talenta digital sampai tahun 2035.

“Ini komitmen saya dan Kementerian Kominfo untuk mengejar ketertinggalan dalam bidang talenta digital. Tidak berhenti sampai di situ. Bahkan dari laporan yang saya terima, pada tahun 2035, Indonesia membutuhkan 9 juta talenta digital. Dan setiap tahun dibutuhkan sekitar 600 ribu talenta digital. Kominfo melakukan (DTS) sebagai stimulan,” tandasnya.

Bahkan dalam Program DTS 2020, tema pelatihan yang ditawarkan lebih beragam. Mulai dari Artificial Intelligence, Big Data Analytics, Cloud Computing, Cybersecurity, Internet of Things, dan Machine Learning.

Ada juga Programming, Graphic Design, Multimedia and Animation, dan Network Administration. Selain itu ada pelatihan Digital Policy, Digital Entrepreneurship, Digital Communication, Business Intelligence, Financial Technology, serta Blockchain.

Sinergi

Menurut Menteri Kominfo Johnny G. Plate, Program DTS bukanlah sekadar program biasa. Program itu mendapatkan dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun Kementerian Riset dan Teknologi. Selain itu ada juga peran perusahaan telekomunikasi dan TIK global, lokal, dan startup digital.

“Program ini menunjukkan dengan jelas bahwa sinergi dibutuhkan untuk mencari berbagai terobosan pengembangan DTS. Bapak Presiden juga menyatakan jangan sampai hanya bergantung pada APBN saja. Harus dikembangkan skema inovasi yang baru pula,” paparnya.

Dalam pelaksanaannya, Program DTS pada tahun 2019 didukung oleh 54 Perguruan Tinggi program DTS 2019 yang menjadi mitra Kementerian Kominfo. Tahun depan akan ada penambahan 34 Perguruan Tinggi mitra baru untuk penyelenggara DTS. Dengan demikian, Kementerian Kominfo akan memiliki mitra sebanyak 88 Perguruan Tinggi untuk penyelenggaraan DTS tahun 2020.

“Saya ingin mengucapkan apresiasi kepada 54 Perguruan Tinggi program DTS 2019 yang menjadi mitra Kementerian Kominfo dan berkontribusi besar dalam menyukseskan program di tahun 2018 dan ditahun 2019,” tutur Menteri Kominfo Johnny G. Plate.

Menteri Kominfo menegaskan kerjasama asosiasi bisnis dan profesi, startup lokal, dan perusahaan teknologi global dalam mendukung penyelenggaraan Program DTS merupakan sinergi yang diharapkan agar bisa mengombinasikan infrastruktur digital dan pelatihan digital untuk mewujdukan Indonesia digital.

“Saya menyampaikan terima kasih atas dukungan dalam penyelenggaraan DTS 2020. DTS bukan semata program Kementerian Kominfo; DTS adalah sebuah ekosistem triple helix, di mana dunia akademik, mitra-mitra swasta, dan pemerintah bersinergi dalam harmoni. Dengan tujuan yang sama untuk menghasilkan talenta digital yang unggul,” pungkasnya. (Mila GP.Mila)

 

Related posts