Jakarta, GPriority.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan meresmikan Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana sekaligus membuka Pekan Reksa Dana 2026 di Bursa Efek Indonesia, Senin (27/4).
Langkah ini merupakan upaya untuk mendorong reformasi serta pendalaman pasar modal Indonesia.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, bersama jajaran pemerintah dan sejumlah investor.
Dalam kesempatan itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa istilah pendalaman pasar modal sudah digaungkan sejak tahun 2000, namun hingga kini hasilnya dinilai belum optimal. Karena itu, pemerintah meluncurkan program PINTAR sebagai salah satu upaya percepatan.
Meski demikian, Purbaya mengaku belum dapat memastikan efektivitas program tersebut dalam implementasinya.
“Saya sudah dengar istilah pendalaman pasar modal sejak tahun 2000 sampai sekarang, gak dalam-dalam. Mungkin kita pakai cangkul yang salah. Galinya gak dalam-dalam itu. Maka sekarang dibuat program PINTAR. Saya gak tau ini bisa bagus apa enggak,” kata Purbaya.
Namun, Purbaya memastikan, bahwa pemerintah akan terus memperkuat fondasi ekonomi nasional agar semakin solid dari waktu ke waktu.
“Tapi yang jelas dari pemerintah kita siapkan fondasi ekonomi yang baik, membaik terus dari waktu ke waktu. Kita sedang mendesain pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, dan lebih cepat lagi. Dan kami, saya, pak Airlangga tidak main-main dalam hal itu,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk mengatasi berbagai hambatan dalam sistem perekonomian, termasuk keterlambatan yang selama ini menghambat pertumbuhan.
“Kalau sebelumnya pertumbuhan ekonominya, 5 persen. Kedepan kita akan tumbuh lebih cepat lagi. Triwulan kemarin kita tumbuh 5,39 persen. triwulan pertama mungkin akan tumbuh 5,5 persen ke atas. Triwulan kedua juga seperti itu,” tuturnya.
Menurut Prubaya, di tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia masih mampu menjaga pertumbuhan domestik yang cukup baik, dan tren positif ini diharapkan terus berlanjut ke depan.
“Ditengah gejolak ekonomi global yang gak jelas itu, kita bisa mampu menciptakan pertumbuhan domestik yang cukup baik, dan ini yang akan terjadi terus kedepan,” pungkasnya.
