Bak Prediksi, Pernyataan Trump Seminggu Sebelum Penembakan Jadi Sorotan

Pernyataan Presiden AS Donald Trump seminggu sebelum insiden penembakan jadi sorotan/Foto : Dok. AFP Pernyataan Presiden AS Donald Trump seminggu sebelum insiden penembakan jadi sorotan/Foto : Dok. AFP

Washington, GPriority.co.id – Pernyataan Presiden AS Donald Trump seminggu sebelum terjadi insiden penembakan pada Sabtu (25/4), kembali menjadi sorotan.

Melalui akun Truth Socialnya, Trump sempat menyatakan bahwa di masa yang akan datang, tidak akan ada presiden yang aman.

“Tidak ada presiden masa depan yang akan aman,” tulis Trump dalam pernyataannya.

Menurut laporan AFP, pelaku dalam insiden tersebut dilaporkan membawa senjata api dan pisau, serta sempat melepaskan tembakan sebelum akhirnya dilumpuhkan aparat keamanan.

Akibat kejadian tersebut, Presiden Trump bersama sejumlah pejabat tinggi langsung dievakuasi oleh Secret Service. Meski tidak ada korban jiwa, seorang petugas keamanan dilaporkan terluka dan kemudian dalam kondisi stabil.

Menanggapi insiden tersebut, Trump kembali menegaskan pentingnya pembangunan ballroom khusus di kompleks Gedung Putih yang menurutnya lebih aman. Ia bahkan menyebut kejadian itu sebagai bukti nyata kelemahan sistem keamanan di lokasi acara luar Gedung Putih.

“Apa yang terjadi tadi malam adalah alasan mengapa… setiap Presiden selama 150 tahun menuntut ballroom yang aman dan besar dibangun di kompleks Gedung Putih. Peristiwa ini tidak akan pernah terjadi jika acara diadakan di ballroom yang sangat rahasia dan aman tersebut,” tegas Trump.

Pernyataan ini sejalan dengan dorongan Trump yang selama ini mengusulkan pembangunan ballroom senilai sekitar 400 juta dolar AS di Gedung Putih.

Fasilitas tersebut diklaim akan dilengkapi teknologi keamanan tinggi seperti kaca antipeluru dan perlindungan terhadap serangan drone.

Selain itu, Trump juga menegaskan bahwa insiden ini mencerminkan kondisi dunia yang semakin tidak stabil. Dalam wawancara terpisah, ia menyebut, “Kita hidup di dunia yang gila.”

Sejumlah pihak, termasuk politisi dari kedua partai, turut menyoroti pentingnya peningkatan keamanan bagi presiden dan pejabat tinggi negara. Bahkan, beberapa tokoh politik menyatakan bahwa lokasi seperti hotel tidak lagi ideal untuk acara yang dihadiri banyak pejabat penting.

Namun, rencana pembangunan ballroom tersebut juga menuai kritik. Sejumlah pihak menilai proyek itu terlalu mahal dan berpotensi merusak nilai historis Gedung Putih.

Di sisi lain, pendukungnya menilai keamanan harus menjadi prioritas utama, terutama setelah insiden penembakan yang hampir menembus lapisan pengamanan.

Insiden ini juga kembali mengingatkan publik pada meningkatnya ancaman terhadap pemimpin politik di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah upaya serangan terhadap Trump sebelumnya, termasuk saat kampanye dan di lokasi pribadi, memperkuat kekhawatiran akan keselamatan presiden saat menghadiri acara publik.