Paus Leo XIV Serukan Perdamaian di Ukraina dan Gencatan Senjata di Gaza

Paus Leo XIV Serukan Perdamaian di Ukraina dan Gencatan Senjata di Gaza Paus Leo XIV Serukan Perdamaian di Ukraina dan Gencatan Senjata di Gaza

Jakarta, GPriority.co.id – Resmi menggantikan Paus Fransiskus, Paus Leo XIV langsung menyerukan perdamaian di Ukraina dan gencatan senjata di Gaza.

Dalam berkat pertamanya pada Minggu (11/5) siang, Paus Leo XIV menyerukan perdamaian yang adil dan abadi di Ukraina dan gencatan senjata segera di Gaza. Pidato tersebut juga mencakup gerakan simbolis yang ditujukan untuk mempromosikan persatuan dalam Gereja Katolik yang terpecah belah.

Momen ini menandai kembalinya Paus Leo XIV ke balkon yang menghadap ke Lapangan Santo Petrus, tempat ia pertama kali menyapa dunia pada hari Kamis (8/5) lalu setelah pemilihannya yang bersejarah sebagai paus Amerika pertama.

Mengikuti langkah Paus Fransiskus, Paus Leo XIV mengutuk kekerasan yang meluas di seluruh dunia, dan menggambarkannya sebagai “perang dunia ketiga yang hancur berkeping-keping.”

Ia mendesak segera diakhirinya pertempuran di Gaza, serta menyerukan bantuan kemanusiaan untuk mencapai gencatan senjata dan menuntut pembebasan semua sandera.

“Saya turut bersedih atas apa yang terjadi di perbatasan Gaza. Ayo serukan gencatan senjata segera! berikan bantuan kemanusiaan kepada penduduk yang terdampak. Bebaskan semua sandera,” ujar Paus Leo XIV dalam pidatonya.

Jadi Paus ke-267, Pertama Asal AS

Setelah melalui proses konklaf (pemilihan Paus baru), akhirnya kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat, resmi terpilih sebagai Paus ke-267, menggantikan Paus Fransiskus.

Robert Francis Prevost terpilih sebagai Paus ke-267 dalam konklaf Vatikan pada Kamis (8/5), dan dirinya mencatat sejarah sebagai Paus pertama asal AS.

Dirinya mengambil nama Paus Leo XIV sebagai simbol arah baru kepemimpinannya. Saat pertama kalinya tampil di balkon Basilika Santo Petrus, sambutan meriah umat Katolik memenuhi Plaza Santo Petrus, sebagai bentuk harapan baru terhadap kepemimpinan Paus non-Eropa. Pemilihannya diumumkan lewat asap putih dari Kapel Sistina, yang sudah menjadi tradisi selama berabad-abad.

Editor: Novita Intan

Foto : Dok. Guardian