Peduli Kesehatan Paru Kita

Tanggal 25 September merupakan hari paru sedunia. Dimana tiap tanggal tersebut masyarakat dunia mengingatkan pentingnya kesehatan paru.

Paru merupakan organ yang terpapar langsung dengan dunia luar sehingga partikel debu halus, asap virus, jamur dan bakteri bisa masuk ke dalam paru. Paru juga merupakan organ yang rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh banyak hal, infeksi dan non-infeksi. Kerusakan pada paru mengakibatkan kecatatan permanen dan dapat menurunkan kualitas hidup. Penyakit paru diperkirakan bertanggungjawab terhadap lebih dari 10% hilangnya waktu dan produktivitas seseorang, yang diukur melalui satuan disability-adjusted life-years (DALYs). Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) adalah organisasi profesi dengan salah satu misi dan visi bertujuan untuk mencegah dan meningkatkan kesehatan paru baik individu maupun masyarakat.

Terdapat 5 penyakit pernapasan yang paling besar dampaknya bagi sistem kesehatan yaitu Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), asma, infeksi saluran napas bawah akut, tuberkulosis (TB) dan kanker paru. Secara global diperkirakan ada 384 juta penduduk dunia yang mengalami PPOK, dengan 3 juta orang meninggal setiap tahunnya karena PPOK. PPOK di Indonesia sendiri menjadi salah satu penyakit paru penyebab kematian dengan angka prevalensi sekitar 4,5%.

Faktor risiko utama terjadinya PPOK adalah paparan asap rokok. Sekitar 334 juta penduduk dunia mengalami asma dan angka insidensinya selalu meningkat dalam 3 dekade terakhir. Terdapat sejumlah faktor yang dapat memicu munculnya asma yaitu faktor genetik, polusi udara, infeksi saluran napas pada masa kanak-kanak, faktor makanan dan paparan alergen lingkungan.

Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi asma di Indonesia adalah 2,4%. Infeksi saluran napas bawah dan pneumonia merupakan penyakit pernapasan dengan angka kematian lebih dari 4 juta orang per tahun. Penyakit tersebut menjadi beban besar kesehatan di negara berkembang. Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi pneumonia di Indonesia adalah 4%.

Data Global TB Report tahun 2020 menunjukkan pada tahun 2019 dilaporkan sekitar 10 juta orang menderita TB di seluruh dunia, dengan 1,2 juta di antaranya meninggal dunia. Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang kasus TB di dunia, saat ini menduduki no 2 di Dunia, dengan prevalensi TB paru adalah 0,4% dari seluruh penduduk Indonesia. Kanker paru merupakan jenis kanker paling banyak dialami oleh pria dewasa dan urutan ketiga pada perempuan dewasa.

Pada tahun 2012, sekitar 14 juta kasus baru kanker paru ditemukan di seluruh dunia. Sekitar 1,6 juta orang meninggal setiap tahunnya karena kanker paru.

Tema World Lung Day tahun 2021 adalah “Care for your Lungs” atau “Peduli Kesehatan Paru Kita”, antara lain yaitu katakan tidak pada tembakau, lindungi paru dengan vaksinasi, bernapas dengan udara bersih dan olah raga dengan teratur.

Keempat hal tersebut dilakukan untuk melindungi paru kita dari penyakit yang dapat menimbulkan kematian.(Hs.Foto.dok.PDPI)

 

Related posts