Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot Solo) meraih apresiasi Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Selasa (24/2).
Ditemui selepas acara, Wali Kota Solo, Respati Achmad Ardianto, menegaskan hingga saat ini Pemkot Solo terus berkomitmen terhadap inovasi untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di daerahnya, terutama berkaitan dengan kemiskinan dan pendudukan di Kota Surakarta.
“Dan termasuk lack of job atau angka pengangguran yang kita tugaskan untuk Solo Techno Park, salah satu produk kami untuk mengurangi angka pengangguran dan link and match antara dunia pekerja dan dunia industri,” ungkap Respati kepada GPriority.
Kendati demikian, Respati mengakui adanya tantangan yaitu untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.
“Tantangannya adalah kemauan dan sosialisasi ke masyarakat. Ini terus terang menjadi kendala utama untuk meningkatkan kapasitas mereka, apalagi masyarakat kita berpenghasilan rendah. Sangat sulit untuk bertahan dalam menjalankan suatu pelatihan,” jelasnya.
Begitu pun dengan akses pelatihan gratis. Sehingga hal ini masih menjadi tantangan berat yang dihadapi Pemkot Solo.
“Kami akan mengajak tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh kewilayahan, dan intervensi kepada orang tua. Di Kota Surakarta, kita mewajibkan orang tua untuk memaksa anaknya masuk ke pelatihan. Kami bahkan akan mencabut bantuan sosialnya apabila tidak bersedia masuk ke pelatihan,” pungkas Respati.
Perlu diketahui, Solo menjadi satu di antara 20 kota yang mendapatkan apresiasi IDSD 2025 dari BRIN.
Sementara itu melalui IDSD, BRIN ingin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah.
“Penguatan daya saing daerah tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan koordinasi lintas sektor agar kebijakan pembangunan benar-benar berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si.
