Penuhi Permintaan, Kementan Ekspor Cabai

Selain di Indonesia, cabai juga menjadi primadona negara lainnya. Untuk itulah di masa pandemi Covid-19 Indonesia kebanjiran permintaan ekspor cabai ke berbagai negara.

” Saya mendengar dari Kementerian Perdagangan bahwa cabai Indonesia makin diminati oleh pasar luar negeri. Rasanya yang lebih pedas dari cabai di negara lainnya menjadi alasan konsumen meminta cabai Indonesia di ekspor. Untuk itulah saya bersama Kemendag akan melakukan ekspor cabai,” jelas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Syahrul sendiri mengakui bahwa di tengah pandemi Covid-19, ekspor cabai tidak semudah seperti sebelum pandemi, banyak hambatannya. Seperti tarif, persyaratan mutu dan keamanan pangan.

Guna mengatasi permasalah ini Good Agricultural Practices (GAP) diperlukan. Sayangnya tidak semua petani mengerti mengenai GAP. ” Untuk itulah pada Senin (9/8/2021), kami menggelar sosialisasi GAP secara virtual,” jelas Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto.

Hadirnya sosialisasi GAP sendiri menarik minat para petani. Ini terbukti dari banyaknya peserta yang mengikuti sosialisasi yang diadakan melalui zoom meeting dan You Tube Kementan.

Prihasto berharap setelah sosialisasi ini banyak petani yang mengerti mengenai GAP sehingga ekspor cabai ke luar negeri semakin meningkat.(Hs.Foto.dok.Kementan)

Related posts