Pulau Derawan Punya TPS3R “RUPIAH”, Solusi Atasi Sampah saat Musim Wisata

WWF-Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Berau membangun TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) Pulau Derawan yang diberi nama “RUPIAH” (Rumah Pilah Sampah). Foto: dok.WWF WWF-Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Berau membangun TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) Pulau Derawan yang diberi nama “RUPIAH” (Rumah Pilah Sampah). Foto: dok.WWF

Jakarta, GPriority.co.id – WWF-Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Berau membangun TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) Pulau Derawan yang diberi nama “RUPIAH” (Rumah Pilah Sampah).

Langkah ini untuk mengatasi tumpukan sampah apalagi saat puncak musim wisata. Dalam puncaknya saja pariwisata di Pulau Derawan bisa menghasilkan 46.105,1 kilogram sampah non-rumah tangga per hari, termasuk dari hotel dan penginapan.

Sementara itu, berdasarkan data Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) tahun 2022, jumlah sampah plastik yang mencemari laut Indonesia telah mencapai 398.000 ton.

Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga mengancam ekosistem laut. Sampah plastik yang masuk ke laut kerap disalahartikan sebagai makanan oleh satwa seperti ikan, burung, dan mamalia laut. Akibatnya, satwa mengalami gangguan kesehatan serius mulai dari sumbatan pencernaan hingga kematian.

Pembangunan TPS3R telah dimulai sejak September 2025 dan fasilitas ini akan segera dioperasikan setelah diresmikan. Fasilitas tersebut dilengkapi kantor tim operasional, gudang penyimpanan alat, serta ruang pengelolaan sampah. Berbagai peralatan penunjang juga telah tersedia agar operasional bisa langsung berjalan.

TPS3R “RUPIAH” tidak hanya difungsikan sebagai tempat pengolahan sampah, tetapi juga sebagai media edukasi untuk menumbuhkan kesadaran dan kebanggaan masyarakat terhadap kebersihan serta keberlanjutan pariwisata Pulau Derawan. Pembangunan ini selaras dengan program Laut Sehat Bebas Sampah (SEBASAH) oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang menargetkan pengurangan 70 persen sampah plastik yang masuk ke laut.

Sebanyak 10 anggota tim pengelola telah dibekali pelatihan dasar mengenai jenis sampah, teknik pemilahan yang benar, keselamatan kerja, hingga alur pengangkutan. Struktur tim terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, serta koordinator dan anggota bidang pengangkutan, pemilahan dan pengepakan, serta pengelolaan organik.

“Kami senang sekali dengan adanya TPS3R ini. Selama ini sampah sering jadi masalah, apalagi di musim ramai wisatawan. Dengan adanya fasilitas ini, kami siap mulai mengelola sampah dengan dukungan masyarakat agar Pulau Derawan tetap bersih,” ujar Heryuni, Ketua Tim Pengelola TPS3R.

Pengelolaan TPS3R juga diperkuat oleh 10 local champion dari tiap RT yang bertugas menjadi teladan dalam pemilahan sampah organik dan anorganik sebelum diangkut petugas kebersihan. Mereka juga akan mengajak masyarakat untuk memilah sampah dari sumber.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam pembangunan fasilitas ini. Menurutnya, ini merupakan langkah penting untuk mengatasi permasalahan sampah yang selama ini mengganggu kebersihan pulau-pulau kecil seperti Derawan, terutama saat musim wisatawan.

“Kami berharap dengan adanya TPS3R RUPIAH ini, masyarakat Derawan akan semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan, demi menjaga keindahan dan keberlanjutan Pulau Derawan sebagai destinasi wisata. Semoga dengan adanya TPS3R ini juga akan bernilai ekonomi dan menjadi rezeki untuk masyarakat. Kemudian akan menjadi contoh untuk diterapkan di wilayah lainnya,” ujar Sri Juniarsih Mas selaku Bupati Berau.

Sementara itu, Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, juga menyampaikan kesiapan operasional TPS3R.

“Pembangunan TPS3R sudah selesai dan akan kita diresmikan dan segera dioperasikan. Kami bangga terhadap masyarakat dan para pihak yang telah terlibat langsung dalam pembangunan dan pengelolaan TPS3R ini ke depannya”.

Lalu, Direktur Program Kelautan dan Perikanan Yayasan WWF Indonesia, Candhika Yusuf, menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi lintas negara dan sektor swasta.

“Inisiatif pembangunan TPS3R ini merupakan hasil kolaborasi antara WWFIndonesia, WWF Networks (Netherlands dan Singapore), serta mitra korporasi seperti Epson South East Asia dan Hilton Global Foundation, untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Pulau Derawan. Melalui upaya ini, dampak dari kegiatan wisata terhadap pelestarian satwa laut menjadi berkurang. Kami berharap “RUPIAH” ini dapat menjadi contoh, tempat belajar, bertukar pengalaman, serta inspirasi bagi daerah lain dan juga di tingkat regional untuk pengelolaan sampah di pulau-pulau kecil.”

TPS3R “RUPIAH” akan mengelola sampah anorganik dari hotel, penginapan, dan rumah tangga. Sementara sampah organik diupayakan dikelola mandiri guna mencegah penumpukan. Sampah anorganik akan dipilah lebih detail berdasarkan jenis, seperti botol plastik HDPE, LDPE, kaleng, hingga pembungkus makanan, sebelum dikirim dan dijual ke pasar di luar Pulau Derawan.

Pengelolaan sampah di pulau kecil memiliki tantangan tersendiri, mulai dari keterbatasan lahan, pasokan listrik untuk proses pengepresan, hingga tingginya biaya pengiriman sampah terpilah antarpulau.

Dengan peresmian TPS3R “RUPIAH”, masyarakat Derawan kini memiliki harapan baru dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan destinasi wisata unggulan tersebut. Kolaborasi antara pemerintah kampung, pemerintah daerah, masyarakat, pemerintah provinsi, dan berbagai mitra menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah di Pulau Derawan agar tetap bersih, indah, dan lestari.