Pupuk Demokrasi Tebar Toleransi di Media Sosial

Luwu,Gpriority- Pupuk Demokrasi Tebar Toleransi di Media Sosial merupakan tema yang diangkat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Siberkreasi dan Dyandra Promosindo dalam Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang secara virtual pada 5 Oktober 2021 di Luwu, Sulawesi Selatan.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Direktur ICSB Jawa Timur, Meithiana Indrasari; penulis, Wiwiek Dwi Endah; pegiat Literasi, Makbul Mohamad Jafar; penyiar dan CEO Duta Batik Palu, Zakiyah Ramayanih. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Arin Swandari.Pada kegiatan kali ini diikuti oleh 479 peserta dari berbagai kalangan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Selanjutnya, sesi pemaparan materi diawali oleh Meithiana Indrasari dengan paparan bertema “Potret Diri Jejak Digital”. Dia menyarankan, buatlah konten yang relevan, membantu orang lain, dan menyenangkan agar menarik bagi pengguna media sosial. “Salah satu ciri konten yang bagus adalah membujuk, yaitu menyampaikan pemikiran dengan dasar kuat dan positif,” ungkap Pembina JMSI Jawa Timur ini.

Zakiyah Ramayanih melanjutkan paparan dengan presentasi berjudul “Bebas Namun Terbatas Berekspresi di Media Sosial”. Penyiar radio ini menegaskan, tulisan dan karya yang diunggah di media sosial akan menjadi catatan sejarah alias jejak digital. ”Ingat, dalam berjejaring jangan sampai merugikan diri sendiri, orang lain, serta jangan melanggar hukum,” pesannya.

Selanjutnya, Wiwiek Dwi Endah mengupas tentang “Media Sosial sebagai Sarana Meningkatkan Demokrasi dan Toleransi”. Menurut dia, media sosial (medsos) bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkembangkan kematangan demokrasi suatu bangsa. Selain itu, melalui medsos semua orang memiliki hak yang sama untuk mengungkapkan pendapat dan opini selama digunakan dengan bijak dan tujuan positif.

Pemateri terakhir, Makbul Mohamad Jafar, menyampaikan tema “Memahami Aturan Perlindungan Data Pribadi”. Dia menjelaskan tiga cara menjaga privasi, yakni sadar menjaga keamanan data pribadi, bijak dalam berinternet atau tidak pamer berlebihan. “Terakhir adalah aman, yaitu memahami aturan ketika menggunakan perangkat digital,” sebutnya.

Setelah sesi pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Dalam kesempatan tersebut, para peserta dipersilahkan mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Sebagai apresiasi, panitia menyediakan hadiah bagi 10 penanya beruntung berupa uang elektronik senilai masing-masing Rp100.00.

“Bagaimana cara efektif memberikan edukasi secara adaptif terhadap keluarga dalam toleransi bermedsos?” tanya salah satu peserta Literasi Digital di Luwu, Iskandar Mardani.  Wiwiek Dwi Endah menyarankan untuk selalu membagikan konten umum dan berkomentar positif, misalnya di grup WhatsApp keluarga, supaya tidak menyinggung orang lain. “Tanamkan pola pikir yang positif dan tidak berprasangka buruk demi kebaikan bersama,” katanya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (Hs.Foto.dok.Dyandra)

 

Related posts