Jakarta, GPriority.co.id – Belakangan, nama Rosita Aruan Baptiste ramai diperbincangkan. Sempat gagal menjadi Polwan di Indonesia karena masalah tinggi badan, namun dirinya membuktikan bahwa ia bisa sukses menjadi Letkol di AS (Amerika Serikat).
Letkol Rosita Aruan Orchid Baptiste menjadi bukti nyata jika keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Rosita sempat bercita-cita menjadi Polwan di Indonesia, namun sayangnya karena memiliki tinggi badan yang hanya 149 cm, ia pun harus gagal karena tidak memenuhi persyaratan.
Dalam sebuah wawancara bersama VOA Indonesia yang dirilis pada Sabtu (1/2) lalu, Rosita mengaku tak menyerah, hingga kemudian merantau ke Amerika Serikat dan mencoba melamar pekerjaan sebagai wartawan. Sayangnya Rosita kesulitan mendapat kesempatan karena kurangnya pengalaman di negara tersebut.
“Saya pernah bilang sama ibu saya pengen jadi Polwan. Karena saya pendek kan gak mungkin jadi Polwan, kecil begini. Artinya dari sisi tinggi badan saya sudah di-stop, nggak bisa jadi Polwan (di Indonesia),” kenang Rosita.
Sempat Bekerja Sebagai Kasir Untuk Bertahan Hidup

Untuk bertahan hidup di negeri paman sam tersebut, Rosita pun akhirnya bekerja sebagai kasir di Burger King dengan gaji USD 6,25 per jam, bahkan ia juga harus membersihkan toilet. Di tengah perjuangannya, suami Rosita yang merupakan mantan tentara AS menyarankan agar ia bergabung dengan militer. Kala itu suami Rosita mengatakan jika militer AS memiliki sistem perekrutan yang lebih fleksibel, tanpa batasan tinggi badan yang ketat.
Awalnya, Rosita sempat gagal dalam ujian masuk militer AS. Namun ia tidak menyerah dan akhirnya berhasil lolos dalam ujian ulang. Berkat latar belakang pendidikannya sebagai lulusan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Rosita pun langsung mendapatkan pangkat Spesialis (SPC), setingkat Kopral.
Selama bertugas di militer AS, Rosita pernah ditempatkan di Jerman selama empat tahun serta ditugaskan ke Kuwait dan Irak selama perang pada 2005. Perjalanan Rosita dari seorang kasir hingga menjadi perwira militer AS, menunjukkan ketekunan serta kegigihan Rosita dalam menghadapi tantangan hidup.
Disisi lain, hal ini juga menjadi pertanda bahwa perekrutan pekerja di luar negeri lebih fleksibel, bahkan para pekerja juga lebih dihargai dan dipandang kemampuannya, dibandingkan dengan kekurangan yang dimiliki.
Foto : Tangkapan Layar/YouTube VOA Indonesia
