Sebagian Pedagang Pasar Sumur Batu Hindari Rapid Test dan Swab

Jakarta,Gpriority-Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar rapid test dan swab gratis kepada para pedagang di pasar termasuk para pedagang di Pasar Sumur Batu, Jakarta Pusat.

Rapid test dan swab yang berlangsung pada Selasa (7/7/2020) seharusnya diikuti oleh 156 pedagang. Namun berdasarkan pantauan hanya sebagian pedagang saja yang mau mengikuti rapid test dan swab.” Mungkin ini dikarenakan mereka takut dengan berita-berita negatif mengenai rapid test dan swab secara masal,” ucap Lurah Sumur Batu, Mimin Kusmiati.

Untuk itulah, Mimin meminta kepada Kepala Pasar Sumur Batu Waluyo untuk menjemput para pedagang yang berdomisili di sekitar pasar untuk ikut tes.
“ Harus dijemput dan ikut tes, sehingga Pasar Sumur Batu bisa terbebas dari Covid-19. Untuk pedagang yang belum ditest, kami akan menyelenggarakannya sekali lagi,” tegas Mimin.

Lurah Sumur Batu (Kanan) saat meninjau lokasi rapid test

Mimin juga mengucapkan terima kasih kepada sebagian pedagang Sumur Batu yang dengan kesadarannya sendiri sudah mau datang ke posko pengetesan Covid-19. “ Ini menjadi bukti bahwa mereka mau Pasar Sumur Batu bebas Covid-19. Untuk itulah saya mengucapkan banyak terima kasih,” kata Mimin.

Ucok, salah seorang pedagang di Pasar Sumur Batu mengatakan bahwa rapid test dan swab yang digelar Pemprov DKI Jakarta bukanlah suatu hal yang harus ditakuti. Untuk itulah dirinya menghimbau kepada pedagang lainnya agar mengikuti rapid test dan swab yang digelar pemerintah.

“ Kita ini kan mau Covid-19 segera pergi dari Jakarta. Jadi harus maulah menjalani rapid test dan swab. Gratis ini, tidak bayar.Jadi kepada teman-teman lainnya yang sudah duluan tutup toko, saya menghimbau agar tidak perlu takut. Ikut saja, Toh belum tentu juga kita positif Covid-19. Andai kata positif, kita kan diobati. Jadi buat apa takut,” jelas Ucok.

Kepala Puskesmas Kemayoran Buana mengamini pernyataan Ucok. Dirinya mengatakan bahwa rapid test dan swab yang dijalani bukanlah suatu hal yang harus ditakuti. “Prosedurnya sama kok kayak menjalani test kesehatan lainnya. Jika yang ditakutkan pedagang adalah alat pengetesannya tidak ganti seperti yang banyak beredar di media sosial, itu bohong besar. Di semua wilayah, satu orang mendapatkan 1 rapid test dan swab. Sehingga tidak perlu takut tertular Covid-19,” jelas Buana.

Buana juga setuju dengan usulan Lurah Sumur Batu terkait diadakan kembali test Covid-19 di Pasar Sumur Batu, dengan demikian keinginan agar Pasar Sumur Batu bebas Covid-19 bisa tercapai.” Untuk pelaksanaannya, kami akan berdiskusi dulu. Yang pasti akan digelar dadakan, sehingga tidak ada toko yang tutup seperti saat ini,:’ tutup Buana.(Haris)

Related posts