Sederet Pesan Menyentuh Pemain Timnas Usai Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026

Dean James saat melawan Irak. Foto: Instagram/deanjames Dean James saat melawan Irak. Foto: Instagram/deanjames

Jakarta, GPriority.co.id – Perjalanan Tim Nasional Indonesia menuju Piala Dunia harus terhenti usai kalah melawan Timnas Irak, Minggu (12/10) kemarin.

Indonesia kalah 0-1 dari Irak yang mengakibatkan Indonesia gagal melaju ke Piala Dunia 2026. Atas hasil ini, sejumlah pemain seperti Jay Idzes, Dean James, dan Rizky Ridho melontarkan pesan menyetuh bagaimana perjuangan tim hingga sampai di titik ini.

Berikut sederet pesan dari pemain timnas Indonesia usai gagal lolos ke Piala Dunia 2026.

Jay Idzes: Ini Baru Awal, Bukan Akhir

Jay Idzes, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, mengungkapkan rasa kecewanya karena mimpi membawa Timnas Indonesia ke panggung dunia harus pupus. Meskipun demikian, Jay menekankan pentingnya para suporter untuk tetap menghargai dan mendukung semua pemain serta staf kepelatihan yang telah berjuang keras. Ia juga mengajak pendukung untuk selalu membersamai Timnas Indonesia dalam situasi apa pun.

Jay Idzes menegaskan bahwa kegagalan ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal bagi Garuda.

“We always stick together no matter what happens. This is not the end for us, this is just the beginning. Kita Garuda.”

(Kami akan selalu bersama apa pun yang terjadi. Ini bukan akhir bagi kami, ini hanyalah permulaan. Kita Garuda)

Rizky Ridho: Permohonan Maaf dan Komitmen Penuh
Bek andalan timnas, Rizky Ridho, juga menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pendukung melalui akun Instagramnya. Ridho meminta maaf karena belum mampu mewujudkan mimpi suporter untuk melihat Indonesia tampil di Piala Dunia 2026. Namun, ia memastikan bahwa tim selalu berjuang dan memberikan segalanya untuk negara.

“Sampai di titik ini tidaklah mudah, tetapi kami selalu berusaha memberikan semuanya untuk negara ini.”

“Mohon maaf, kami belum bisa mewujudkan mimpi kalian semua.”

Dean James: Syukur atas Dukungan Luar Biasa
Dean James senada dengan rekan-rekannya. Ia mengungkapkan rasa kekecewaan setelah perjalanan Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 berakhir. Di sisi lain, ia menyampaikan rasa syukurnya yang tak terhingga atas dukungan luar biasa dari para penggemar yang telah membersamai timnas hingga saat ini. Ia menyatakan bahwa dukungan tersebut akan terus menyertai para pemain Indonesia di masa depan.

“Ending our journey in the World Cup qualifiers is painful, but I’m thankful for everyone who supported us along the way.”

“Your encouragement has been incredible and will stay with us as we keep pushing forward.”

(Mengakhiri perjalanan kami di kualifikasi Piala Dunia terasa menyakitkan, tetapi saya bersyukur atas semua orang yang mendukung kami sepanjang jalan. Semangat kalian luar biasa dan akan tetap bersama kami saat kami terus maju ke depan.)

Tambahan Pesan Emosional dari Thom Haye dan Milliano Jonathans

Selain para pemain bertahan, gelandang kunci Timnas, Thom Haye, juga turut menyampaikan pesan menyentuh. Ia berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan para penggemar, seraya mengatakan bahwa perjalanan Garuda selama ini bukan sekadar tentang kualifikasi, melainkan tentang menunjukkan kepada dunia dan generasi selanjutnya potensi bangsa.

“This journey was never just about qualification. It was about showing the world and the next generation what we can be.”

(Perjalanan ini tidak pernah hanya tentang kualifikasi. Ini tentang menunjukkan kepada dunia dan generasi selanjutnya tentang kemampuan kita yang sesungguhnya.)

Sementara itu, penyerang Timnas, Milliano Jonathans, memberikan pesan yang singkat namun membangkitkan semangat melalui akun Instagram-nya. Ia mengakui bahwa kekalahan ini bukanlah hasil yang diinginkan, tetapi ia menegaskan bahwa tim harus mengambil pelajaran dan bangkit dari kegagalan tersebut.

“Not the outcome we hoped for. We fall, we learn, we rise!”

(Bukan hasil yang kami harapkan. Kami jatuh, kami belajar, kami bangkit!)

Setelah harapan untuk tampil di panggung dunia pupus untuk edisi kali ini, Garuda harus segera bangkit dan mengalihkan fokus pada tantangan selanjutnya, yakni Piala Asia 2027, sekaligus berjuang kembali meraih asa untuk tampil di Piala Dunia edisi berikutnya pada tahun 2030.

Pewarta: Rizqi Juned

Editor: Dimas A Putra