Subang, GPriority.co.id – Baru satu hari diresmikan, pabrik VinFast di Subang, Jawa Barat, langsung didemo ormas.
Sebagaimana terlihat pada video yang beredar di akun TikTok @javanessed, ratusan massa terlihat mengepung kawasan pabrik perakitan mobil listrik yang berlokasi di Desa Padaasih. Warga sekitar menuntut agar perusahaan asal Vietnam tersebut lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal.
Aksi ini sontak viral di media sosial dan sebagai gambaran dari kekhawatiran warga agar kehadiran investasi besar tak membuat masyarakat di sekitarnya hanya sebagai penonton saja di wilayahnya sendiri.
Usai ramai pemberitaan tersebut, CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto pun akhirnya buka suara. Ia menilai gelombang protes yang terjadi merupakan dinamika sosial yang wajar bagi perusahaan baru.
“Karena kami ini kan baru mulai, perjalanan masih panjang. Tentu kita harus berjalan bersama-sama, bukan hanya dengan warga sekitar, tapi Subang dan Indonesia pada umumnya,” ujar Kariyanto dikutip dari ANTARA pada Senin (29/12).
Lebih lanjut Kariyanto menegaskan, meski VinFast akan memprioritaskan warga lokal, namun perusahaan tersebut akan tetap mengacu pada standar manufaktur global. Dengan nilai investasi awal USD200 juta, nantinya akan meningkat hingga USD1 miliar. Selain itu, pabrik berkapasitas ratusan ribu unit per tahun tersebut juga diproyeksikan menyerap hingga 15 ribu tenaga kerja ke depannya.
Kendati demikian, pihak VinFast tetap menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa investasi bernilai besar tersebut dapat benar-benar berdampak nyata bagi kesejateraan masyarakat Subang.
Sebelumnya pada bulan April lalu, pembangunan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, juga menjadi sorotan usai dilaporkan mendapat gangguan dari organisasi masyarakat setempat. Hal ini dikonfirmasi oleh Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno.
“Sempat ada permasalahan terkait premanisme ormas yang mengganggu pembangun dari sarana produksi BYD. Saya kira itu harus tegas, pemerintah perlu tegas untuk menangani permasalahan ini.
Faktanya, keterlibatan ormas dalam proyek besar seperti ini, bukanlah hal baru terjadi di Jawa Barat. Hal ini dikarenakan Jawa Barat merupakan daerah dengan jumlah ormas terbanyak di Indonesia.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri Indonesia memiliki total ormas sebanyak 512.997 ormas, dan terdaftar paling banyak di daerah Jawa Barat.
